logo


Dulu, Prabowo Nilai PKS Parpol Islam Radikal

Gerindra dan PKS, diakui Prabowo terjalin hubungan baik karena tidak menggunakan pendekatan bersifat top up.

12 Januari 2016 16:10 WIB

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (Foto: Ist)
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. (Foto: Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku sempat takut terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dahulu sempat bernama Partai Keadilan (PK). Hal itu disampaikan Prabowo di depan kader PKS yang sedang melakukan Rakornas di Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo diberikan penghormatan oleh PKS untuk memberikan sambutan. Prabowo pun bercerita soal ketakutannya terhadap PKS yang dinilainya mengadopsi paham paratai Islam garis keras. Hal itu lantaran banyak dari kader PKS yang berjenggot.

"Ternyata tidak juga. malahan dua presiden PKS justru tidak berjenggot,"terang Prabowo dalam pidatonya di Rakornas PKS 2016 di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Selasa (12/1).


DPP Gerindra: New Normal Sama dengan New Leader

Setelah mengenal lebih dalam, kekhawatiran awal soal PKS diakui Prabowo luntur. Malah belakangan, Gerindra dan PKS justru bersahabat dan kerap melakukan banyak kerja sama politik.

"Dulu kami takut, tapi sekarang sohib," gurau mantan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang disusul dengan detak tawa peserta Rakornas PKS.

Terkait hubungan antara Gerindra dan PKS, Prabowo beranggapan bahwa jalinan kerjasama yang terbantuk bukanlah bersifat top up. Melainkan sebuah hubungan yang dibina dari level bawah, yakni dari tingkatan kabupaten, tingkat kota dan provinsi.

Mengingat Prabowo sangat memperhatikan hal-lhal yang menjadi aspirasi kalangan bawah. Ia menambahkan, iklim bernegara dengan sistem demokrasi menuntut agar kehendak di tingkat bawah haruslah didengar.

"PKS agamis tapi dalam kerangka NKRI. Mereka religius tapi sangat nasionalis dan cinta Tanah Air," puji Prabowo.

Mahfud Sebut Kematian Akibat Kecelakaan Lebih Tinggi Dibanding Corona, Fadli: Kasihan Gelar Profesornya

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah