logo


Dirjen Migas Bantah Isu Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg

Menurutnya, perlu ada diskusi lebih lanjut dengan DPR untuk memutuskan pencabutan subsidi tersebut.

11 Januari 2016 16:47 WIB

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGN WIratmaja (ISTIMEWA)
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGN WIratmaja (ISTIMEWA)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah kabar yang beredar di masyarakat terkait pencabutan subsidi gas Elpiji 3 kilogram (kg).

Pernyataan ini disampaikan secara tegas oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM IGN Wiratmaja. Menurutnya, perlu ada diskusi lebih lanjut dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memutuskan pencabutan subsidi tersebut.

"Subsidi Elpiji 3 kg tidak ada rencana untuk dicabut karena itu perlu diskusi dengan parlemen," ungkap Wirat kepada wartawan saat ditemui di Kantor Ditjen Migas, Jakarta, Senin (11/1).


Harga Turun, Permintaan BBM di Bali Meningkat Tajam

Menurut pria yang biasa disapa Wirat tersebut, di tahun ini Pemerintah dan DPR sudah sepakat untuk menetapkan alokasi subsidi gas sebesar 5,7 juta metrik ton (MT).

"Sudah ditetapkan pada 2016 volume yang bersubsidi sudah ditetapkan 5,7 juta metrik ton. Dan itu sudah disepakati untuk disubsidi," pungkasnya.

Wirat menambahkan, kalaupun akan ada perubahan harga, harus ada diskusi dan dirapatkan terlebih dulu di Komisi VII DPR. "Tapi tenang saja, Elpiji (subsidi) masih sama, masih seperti ini," tutupnya.

Ini Reaksi Pertamina Soal Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Deni Muhtarudin