logo


BBPBL Lampung Berhasil Kembangkan Demfarm Bawal Bintang

Slamet : Yang menggembirakan adalah budidaya ini dilakukan oleh 20 orang nelayan pembudidaya

8 Januari 2016 15:22 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. (Dok. Jitunews)
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. (Dok. Jitunews)

LAMPUNG, JITUNEWS.COM - Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung berhasil mengembangkan percontohan budidaya atau demonstrasi farming (demfarm) ikan jenis bawal bintang dengan pencapaian produksi hingga 25 ton di dua wilayah, yakni Ringung dan Tanjung Putus, Lampung.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, hasil tersebut dapat membuktikan bahwa perikanan budidaya dapat menyokong kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus menyerap tenaga kerja.

"BBPBL Lampung telah berhasil mengembangkan percontohkan budidaya atau demonstrasi farming dengan hasil memuaskan. Yang menggembirakan adalah budidaya ini dilakukan oleh 20 orang nelayan pembudidaya yang tergabung dalam dua kelompok budidaya. Sehingga membuktikan bahwa perikanan budidaya dapat diandalkan dan sekaligus menyerap tenaga kerja," jelasnya dalam siaran persnya kepada JITUNEWS.COM, Jumat (8/1).

Slamet menambahkan, tak hanya bawal bintang, namun komoditas laut jenis lainnya seperti kakap putih dan kerapu juga akan terus dikembangkan. Hal ini berguna bagi usaha perikanan budidaya serta memanfaatkan potensi laut yang ada.

"Komoditas laut lainnya seperti kakap putih dan kerapu juga akan terus dikembangkan. Bahkan di BBPBL Lampung ini juga telah dikembangkan komoditas cobia dan teripang. Di samping juga komoditas ikan hias air laut seperti kuda laut, blue devil dan clown fish," terang Slamet.

Ia menjelaskan, bawal bintang adalah salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya yang berasal dari budidaya air laut. Selain kakap putih dan kerapu, bawal bintang mampu memenuhi kebutuhan pasar yang masih terbuka luas.

"Terlebih kelebihan dari bawal bintang ini adalah masa budidaya yang lebih pendek, 6 bulan, dan juga dijual dalam kondisi mati, sehingga mempermudah penanganan pada saat panen," ujarnya.

Budidaya laut atau marikultur merupakan usaha perikanan budidaya yang di dorong untuk dikembangkan, karena potensi laut Indonesia yang masih cukup luas dan menuju Indonesia sebagai poros maritim dunia.


KKP Restocking Ribuan Ikan Nemo dan Kuda Laut di Pulau Tegal Lampung

Halaman: 
Penulis : Puput Indah Lestari, Riana
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex