logo


Mengintip Peluang Usaha Breeding Ikan Hias Predator

Diklaim Herry, budidaya ikan Cichla Monoculus tidaklah mudah

8 Januari 2016 11:56 WIB

Ikan Cichla Monoculus. (Foto: Ist)
Ikan Cichla Monoculus. (Foto: Ist)

DEPOK, JITUNEWS.COM – Saat ini berbagai jenis ikan hias predator sudah mulai masuk ke pasaran ikan hias tanah air, dan sebagian besar adalah ikan yang biasa hidup di sungai-sungai besar dunia seperti sungai Amazone dan berbagai sungai lainnya.

Pada awalanya ikan hias predator yang ada di tanah air sebagian besar adalah ikan impor, namun saat ini ada beberapa jenis ikan yang sudah bisa dibudidayakan oleh pembudidaya (breeder) ikan hias di tanah air. Hal tersebut terjadi karena beberapa jenis ikan hias predator yang ada adalah ikan langka yang sulit untuk di kembang biakkan.

Nah, salah satu jenis ikan hias predator yang banyak diminati hobiis dan sudah bisa dibudidayakan adalah ikan Cichla Monoculus. Ikan yang memiliki nama Peacock Bass ini hidup di air tawar dan termasuk dalam keluarga Cichlidae. Coraknya yang berwarna kuning dengan garis hitam vertikal memang sangat indah untuk dipandang, dengan sirip berwarna merah, hitam dan biru semakin mempercantik penampilan ikan ini.

Ketika masih kecil atau kira-kira panjangnya 3-7cm ikan ini masih berwarna abu-abu dengan garis hitam di ekor dan bintik/totol hitam di badan, tetapi seiring pertumbuhannya maka warna kuning dan motif lingkaran di ekornya akan mulai muncul dibarengi dengan perubahan warna sirip mereka.

Sifat ikan ini cenderung agresif dan bernafsu makan yang tinggi. Hal tersebut dapat dilihat jika Anda memasukan ikan kecil ke dalam tank (akuarium) yang berisi ikan ini pastilah langsung di lahap sesuai dengan predikat predator yang disandangnya. Ikan ini juga tergolong ikan yang agak manja karena memerlukan oksigen yang tinggi dan air yang bersih. Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, tidak heran jika ikan jenis ini saat ini banyak di cari oleh para penghobi ikan tanah air.

Salah satu pembudidaya ikan hias yang membudidayakan Cichla Monoculus adalah Herry Prabowo. Diklaim pemilik Nizam Akuarium di Depok, Jawa Barat ini, budidaya ikan Cichla Monoculus tidaklah mudah.

“Selain dibutuhkan hobi terhadap ikan, pengetahuan dan pengalaman juga sangat berpengaruh dalam mengembangkan usaha ini,” tutur Herry.

Untuk modalnya sendiri, kata Herry, tidak terlalu besar, hanya dengan bermodalkan dana sekitar Rp 15 juta rupiah sudah bisa menjalankan usaha budidaya ikan predator ini. Modal tersebut digunakan untuk membuat kolam sebagai tempat pemijahan dan pemeliharaan sebesar Rp 5 juta, Rp 5 juta untuk aksesoris dan akuarium, dan selebihnya untuk membeli bibit-bibit ikan yang diinginkan

Menyoal harga jualnya, karena sudah bisa dibudidayakan di dalam negeri tidak heran jika ikan jenis ini memiliki harga yang tidak terlalu mahal dibandingkan dengan ikan predator jenis lain.

“Harga tergantung ukuran dan jenis, berkisar puluhan ribu bahkan ada yang hampir mencapai jutaan rupiah,” ujar Herry.

Walaupun bisnis berjualan ikan hias predator ini sedikit langka, namun Herry optimis bahwa usaha ini akan terus berkembang.

“Karena biasanya para kolektor ikan ini lebih mementingkan eksotika ikan. Sedangkan untuk harga biasanya selalu cocok,“ pungkasnya.


Isi Masa Transisi Peralihan Cantrang, KKP Lakukan Hal Ini

KKP Klaim Realisasi Kinerja Pembangunan Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2017 Berjalan Positif

Halaman: 
Penulis : Riana