logo


2025 Nanti, PIEP Siap Produksi 700 Ribu Barel Minyak

Hal tersebut bisa dilihat dari realisasi sepanjang 2015 lalu, yakni sebesar 113 ribu BOEPD.

5 Januari 2016 17:20 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anak usaha PT Pertamina (Persero) Tbk yang mengelola sejumlah ladang minyak dan gas bumi (migas) di luar negeri, yakni PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), memproyeksikan bahwa pihaknya bisa memproduksi migas sebanyak 700 ribu Barrel Oil Equivalent Per Day (BOEPD) pada 2025 mendatang.

Hal tersebut bisa dilihat dari realisasi sepanjang 2015 lalu, yakni sebesar 113 ribu BOEPD. Pencapaian produksi 113 ribu BOEPD itu lebih tinggi 20 % dari target induk usaha kepada perseroan sebesar 93 ribu BOEPD.

“Kami menargetkan sudah bisa produksi 700 ribu BOEPD dalam waktu 10 tahun, baik dari blok migas eksisting ataupun dari penambahan aset baru,” ungkap Presiden Direktur PIEP Slamet Riadhy kepada wartawan, Jakarta, Selasa (5/1).


Vaksin Covid-19 Bikin Harga Minyak Dunia Jatuh

Slamet menjelaskan, dari total produksi migas sebesar 113 ribu BOEPD yang berhasil didapatkan pada 2015 lalu, sebesar 39 ribu BOEPD dari Aljazair, kemudian sebesar 36 ribu BOEPD dari Irak dan sebesar 38 ribu BOEPD dari blok migas di Malaysia.

Sehingga, dari blok migas existing yang ada di tiga negara tersebut pada 2025 mendatang diprediksi total produksinya mencapai 250 ribu barel. Bahkan, Lapangan West Qurna 1 akan mengalami puncak produksi pada 2022 sebesar 1,6 juta barel. “Sisanya sebesar 350 ribu barel, diharapkan dari aset baru,” ujar Slamet.

Target produksi 700 ribu BOEPD tersebut, menurut Slamet, belum ditambahkan dari aset eksplorasi. Selain aset produksi, PIEP juga memiliki aset eksplorasi di Malaysia. Pada 2015 lalu sudah dilakukan pengeboran terhadap 1 lapangan prospek dan diharapkan akan ada tambahan sekitar 14-18 juta deposit, sehingga kalau ditambahkan dengan eksplorasi yang sudah dilakukan, maka akan ada tambahan sebanyak 10-15 %.

"Dengan tambahan tersebut, kami optimistis target PIEP memproduksi 700 ribu BOEPD pada 2025 bisa terpenuhi," tutupnya.

Ini Bukti DME Lebih Ekonomis dan Efisien Daripada Elpiji

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin