logo


Ini Syarat Terwujudnya Swasembada Sapi

Jaringan yang tak kuat melahirkan persoalan baru di kemudian hari

5 Januari 2016 16:55 WIB

Ilustrasi. (Foto: Antara)
Ilustrasi. (Foto: Antara)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Direktur Utama PT Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajari, menilai bahwa untuk menyukseskan operasi kapal ternak perlu ada jaringan yang kuat antara sentra peternakan dan juga daerah sentra konsumsi. Pasalnya, belum kuatnya jaringan itu bakal menimbulkan persoalan di kemudian hari. 

“Kita harus tahu sapi siapa yang akan dibawa atau diangkut. Apakah kita punya ketersediaan sapi lokal dari daerah untuk dibawa ke Jakarta?” demikian kata Marina, Selasa (5/1), saat hadir sebagai pembicara dalam acara diskusi Agribisnis, di Jakarta.

Lebih lanjut, Marina mengungkapkan, yang terjadi selama ini adalah pemerintah tidak memiliki semua sentra peternakan sendiri, dan hanya mengharapkan sapi-sapi dari masyarakat terkumpul yang kemudian diangkut.


Mendag: Tidak Ada Alasan Harga Pangan Naik!

“Ini tentunya sangat tidak efektif karena masyarakat NTT memelihara sapi bukan sebagai sebuah profesi, tapi hanya sebagai status sosial saja. Suatu saat mereka sudah beralih profesi menjadi petani, kapal pengangkut sapi tidak akan berjalan maksimal,” tambah Marina.

Tak hanya itu, Marina juga menyoroti soal jumlah sapi di tanah air yang hingga saat ini belum menemukan titik kesepakatan, baik dari pihak pemerintah maupun dengan para pengusaha. Menurutnya, kurangnya data akurat soal ketersediaan sapi menjadi salah satu persoalan yang harus segera diselesaikan.

“Yang kita takutkan adalah kita memiliki ekspektasi yang tinggi dengan jumlah yang kita kira-kirakan tinggi. Namun kenyataan di lapangan tidak demikian, dan ini akan melahirkan kesulitan ke depannya,” tukasnya.

Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro