logo


Masalah Sapi Telah Mengakar, Kebijakan Pemerintah Lebih ke Arah Pencitraan

Belum ada titik terang terselesainya masalah pasokan sapi dalam negeri

5 Januari 2016 15:18 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM- Masalah daging sapi terus terjadi dari tahun ke tahun, dari pemerintahan yang satu ke pemerintahan berikutnya. Namun sayangnya, hingga kini masih belum ada titik cerah arah perubahan, yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah itu.  

Oleh karena itu, tak heran jika pemerintah hanya dinilai mengeluarkan kebijakan untuk kepentingan pencitraan dibanding kepentingan rakyat umum. Pengamat Kebijakan Peternakan, Rochadi Tawaf, mengatakan, upaya pencitraan masih mendominasi pada setiap kebijakan publik yang dilakukan oleh pemerintah saat ini, termasuk kebijaan di sektor peternakan.

"Pemerintah terus mengupayakan banyak cara agar kebutuhan daging dari masyarakat di Jabodetabek bisa terpenuhi. Sementara peternak terus ditekan dengan sejumlah kebijakan dan harga," jelas Rochadi, Selasa (5/1), saat hadir sebagai pembicara dalam acara bertajuk 'Forum Diskusi Publik Bincang Agribisnis', di Jakarta. 


Mendag: Tidak Ada Alasan Harga Pangan Naik!

"Kasihan dengan masyarakat peternak kita. Mereka sudah berupaya membesarkan ternak bertahun-tahun, kemudian dijual dengan harga yang tidak sesuai," sambungnya.

Oleh karena itu, lanjut Rochadi, untuk menyukseskan program swasembada daging, pemerintah harus lebih pro kepada para peternak, memberikan harga yang baik kepada para peternak, dan juga memfasilitasi setiap peternakan petani, sehingga usaha peternakan mereka terus berkembang.

"Kalau kebijakannya lebih pro kepada pembeli dengan menekan harga kepada para peternak, lama kelamaan peternak bakal enggan beternak dan beralih profesi sebagai petani ladang," tukas Rochadi.

Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro