logo


Dibanding Padi, Petani di Desa Ini Pilih Tanam Sayuran

Tanaman sayur lebih cepat panen

5 Januari 2016 13:16 WIB

Sukinem saat mengolah lahan pertaniannya untuk menanam tanaman cabai dan sawi, Selasa (5/1). (Foto: Jitunews/Labib Zamani)
Sukinem saat mengolah lahan pertaniannya untuk menanam tanaman cabai dan sawi, Selasa (5/1). (Foto: Jitunews/Labib Zamani)

BOYOLALI, JITUNEWS.COM- Sejumlah petani di Kecamatan Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, mulai mengolah lahan pertanian mereka. Namun para petani itu cenderung menanam sayuran, ketimbang tanaman padi. Mengingat perawatan sayuran lebih mudah, cepat panen, dan hasilnya pun lebih menjanjikan.

Salah seorang petani Desa Senting, Sambi, Sukinem, mengatakan, meski telah memasuki musim penghujan, lahan tanam miliknya seluas 3.000 meter persegi tidak ditanami padi. Ia lebih memilih menanami lahannya dengan tanaman sayuran, seperti cabai dan sawi. "Saya tanami sayuran saja, mas. Soalnya panennya cepat dan hasilnya juga lumayan," katanya ketika ditemui jitunews, Selasa (5/1).

Diakui Sukinem, tanaman sawi tidak membutuhkan terlalu banyak pengairan atau irigasi. Kendati musim penghujan, Sukinem pun tidak khawatir. Sebab, lahan pertanian yang ia gunakan untuk menanam sawi telah dibuat petak-petak yang kemudian ditutupi dengan plastik pada bagian atasnya. Dengan metode itu, saat turun hujan air tidak langsung masuk ke area tanaman sawi tersebut.


Menteri Koperasi dan UKM Minta Petani Garut Berkoperasi dan Produksi Komoditas Unggulan

"Untuk hasil yang bagus harus dipupuk dengan teratur. Karena sawi ini butuh banyak nutrisi," jelasnya.

Ketika ditanya soal modal, Sukinem mengungkapkan, untuk bercocok tanam sawi, modal yang dikeluarkannya tidak terlalu besar. Yakni hanya sekitar Rp 2 juta. Modal itu digunaka Untuk proses pengolahan lahan, pembelian bibit, penyemaian benih, dan lain-lain.

"Sawi ini umur 40 hari sudah bisa dipanen. Satu ikat sawi harganya Rp 1.000-Rp 1.500. Dan biasanya, 3.000 meter persegi ini bisa menghasil 2.000an ikat sawi," beber Sukinem.

Sementara itu, kakak Sukinem, Ngatemo, mengaku, lahan pertaniannya sudah lama ditanami sayuran. Ia sengaja tidak menanami padi karena lahan pertanian tersebut merupakan area tadah hujan. Mereka lebih memilih menanami sayuran karena tidak membutuhkan banyak pengairan. (Labib Zamani)

Rayakan Natal Bersama ASN, Mentan Ajak Jadi Pelopor Pembangunan Pertanian

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro