logo


Fokus UPSUS Pajale, Mentan Tambah Anggaran untuk 2016

Kementerian Pertanian akan mencetak sawah baru seluas 200.600 ha di tahun 2016

4 Januari 2016 17:35 WIB

Petani mengumpulkan jagung hasil panennya. (Foto: Antara)
Petani mengumpulkan jagung hasil panennya. (Foto: Antara)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Meski dinilai sukses dengan program Upaya Khusus (UPSUS) di tahun 2015, namun kini Kementerian Pertanian (Kemetan) kembali memfokuskan program tersebut di tahun 2016. Fokus pada program itu dibarengi dengan penambahan anggaran pada sejumlah sektor strategis.

Lewat penambahan anggaran itu, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas di sektor pertanian khususnya pada 3 komoditas utama yakni padi, jagung, dan kedelai (Pajale). "Langkah kerjasama pengadaan barang dan jasa TA 2016 yang kita tandatangani bersama pada hari ini, tidak lain adalah dalam rangka menyukseskan dan mendukung program UPSUS," ujar Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, Senin (4/1), usai menandatangani nota kesepakatan dengan sejumlah pengusaha di kantor Kementan, Jakarta. 

Lebih lanjut, Amran mengungkapkan, UPSUS ini meliputi banyak sektor, mulai dari upaya perluasan tanam, penyediaan Alsintan prapanen seperti traktor, pompa air, dan rice transplanter, hingga infrastruktur sumber-sumber air yang juga menjadi hal yang sangat penting.


Tiga Pilar Utama Pemerintah Sukseskan Upaya Perang Melawan IUU Fishing

Untuk meningkatkan kualitas produksi padi, jagung, dan kedelai, serta mengurangi kehilangan hasil (losses), lanjut Amran, langkah penyediaan dan pengadaan serta distribusi alsintan pasca panen, sangat penting untuk dilakukan.

"Rehab jaringan irigasi tersier juga harus dilakukan. Saat ini, rehab jaringan irigasi tersier sudah dilakukan pada lahan seluas 2,4 juta ha. Kemudian untuk sumbangan alsintan, kami pastikan sumbangan yang sudah dilakukan sepanjang tahun 2015 menjadi sebuah investasi penting dalam rangka mendukung penyediaan air, dan peningkatan produksi pada musim tanam MH 2015/2016 dan MK I dan II 2016," jelas Amran. 

Selain itu, upaya khusus juga akan dilakukan pada tahun 2016 melalui penambahan lahan sawah baru. Luas cetakan sawah baru yang diprogramkan di tahun 2016 mencapai 200.600 ha. "Diharapkan, dengan adanya upaya perluasan lahan ini, kenaikan produksi di tahun 2016 dapat meningkat signifikan," pungkasnya.

 

Mendekati Hari-H Lebaran, Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Daging

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Christophorus Aji Saputro