logo


Soal Blok Masela, Pemerintah Harus Kaji Lagi Nilai Investasinya

'Karena kita harus lihat benchmark per mtpa, Blok Masela berapa sesungguhnya besaran investasinya'

4 Januari 2016 12:05 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Terkait pengembangan Blok Masela, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Yudha, mengungkapkan bahwa Pemerintah harus mempertimbangkan dengan benar investasi dari dua opsi yang berkembang saat ini.

"Karena kita harus lihat benchmark per mtpa (million tones per year), proyek sebesar Masela berapa sesungguhnya besaran investasinya. Kalau bisa sajikan dengan benar, proyek bagaimana. Sehingga bisa diputuskan apakah Onshore Liquified Natural Gas (OLNG) atau Floating Liquified Natural Gas (FLNG)," ungkap Satya kepada wartawan baru-baru ini di Jakarta.

Sekedar informasi, dilihat dari aspek ekonomi berdasarkan laporan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di tahun 2013 lalu, untuk pengembangan Blok Masela di darat atau OLNG dibutuhkan biaya US$ 19.3 miliar. Sedangkan di laut atau FLNG, dibutuhkan investasi sebesar US$ 14,8 miliar. Besaran investasi ini merujuk pada kapasitas infrastruktur LNG sebesar 7,5 mtpa.


Jangan Khawatir, Pertamina Tambah Pasokan Gas Elpiji 3 Kg

Namun, menurut Satya, ada perbedaan angka investasi meski skenario proyeknya serupa. Hal ini bisa tercermin dari proyek infrastruktur FLNG yang ia temukan di sejumlah riset situs luar negeri.

"Dari beberapa yang saya lihat itu biaya per mtpa untuk FLNG mencapai US$ 3,5 miliar. Kalau FLNG dicadangkan 7,5 mtpa, ya tinggal kalikan itu di atas US$ 20 miliar," pungkasnya.

Dengan demikian, Satya menambahkan, besaran investasi yang disampaikan operator di Blok Masela sejauh ini terlihat lebih ekonomis. Namun, Satya tetap mempertanyakan soal total investasi operator Blok Masela yang hanya memerlukan dana US$ 14,8 miliar dalam membangun FLNG.

"Kenapa muncul US$ 14 miliar. Itu darimana? Begitu juga dengan yang onshore. Ini harus bisa dijelaskan secara rinci," tutup Satya.

Pertamina Bagi-bagi Promo Menarik, Harga Khusus Hingga CashBack Melalui Program Langit Biru: Anda Mau?

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin