•  

logo


Pembudidaya : Ikan Cupang Bisa Dipelihara di Rumah dengan Bak Mandi

Untuk mendapat hasil yang optimal baik jumlah maupun mutunya, pilih bibit ikan yang berkualitas

2 Januari 2016 08:47 WIB

Ikan cupang serit. (Foto : ist)
Ikan cupang serit. (Foto : ist)

BOGOR, JITUNEWS.COM – Siapa coba yang tak kenal dengan ikan cupang. Ya, cupang merupakan ikan hias berukuran kecil yang memiliki warna dan jenis yang beraneka ragam dan penuh pesona. Selain sangat mudah berkembang biak, pasar ikan hias ini pun begitu terbuka, pasalnya, banyak kalangan yang menyukai ikan bernama latin Betta splendens ini.

Menurut salah satu pembudidaya cupang di Bogor, Jawa Barat, Rizki Nur Kusuma, berbicara budidaya cupang bisa dibilang mudah dilakukan karena bisa dipelihara di rumah hanya dengan bak mandi. Dengan begitu modal yang diperlukan tidaklah terlalu besar. Adapun cara pemijahan (budidaya) cupang hias, kata Rizki, diawali dengan pemilihan indukan cupang.

“Untuk mendapat hasil yang optimal baik jumlah maupun mutunya, pilih bibit ikan yang berkualitas,” tutur pemilik Kika Betta Bogor tersebut.

Secara umum bibit yang baik berasal dari keturunan unggul dan kondisi ikan dalam keadaan sehat. Pastikan bibit yang akan dikawinkan sudah masuk dalam fase siap untuk dikawinkan.

Dikatakan Rizki, ciri-ciri cupang jantan yang siap memijah (dikawinkan), lanjut Rizki, berumur setidaknya 4-8 bulan, bentuk badan panjang, siripnya panjang dan warnanya terang, atraktif dan lincah. Sedangkan ciri-ciri cupang betinanya berumur setidaknya 3-4 bulan, bentuk badan membulat menandakan, bagian perut sedikit buncit, siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik dan gerakannya lambat.

Setelah indukan jantan dan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa wadah baskom plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20 x 20 x 20 cm. Siapkan pula gelas plastik atau botol kecil untuk tempat ikan cupang betina. Isi tempat pemijahan dengan air tanah atau air sungai yang jernih yang sudah diendapkan semalam dengan tinggi 10-15 cm dari dasar baskom. Ini dimaksudkan agar suhu air di dasar wadah tidak terlalu dingin, adapun kisaran suhu yang dibutuhkan antara 21-31 °C.

“Berikan substrat berupa tanaman air seperti java moss, daun ketapang kering, eceng gondok, potongan styrofoam, serabut rafia atau lembaran plastik bening yang berfungsinya untuk menampung busa yang dikeluarkan pejantan agar tidak mudah hancur,” beber Rizki.

Langkah selanjutnya, masukan ikan jantan ke wadah perkembangbiakan terlebih dahulu selama satu hari dalam wadah. Hal ini bertujuan agar cupang jantan membuat gelembung-gelembung udara yang gunanya untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi.

Setelah indukkan jantan membuat gelembung, masukkan cupang betina tetapi dengan cara dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening (bekas gelas air mineral) dan benamkan ke dalam wadah kurang lebih selama satu hari. Langkah ini adalah langkah proses pengenalan keduanya dan untuk melihat minat keduanya. Jika sudah dirasa cocok, maka cupang betina disatukan dengan cupang jantan dalam satu wadah yang sama. 

Wilayah Asia Masih Jadi Daya Tarik Ekspor Perikanan Bitung

Halaman: 
Penulis : Riana