logo


Dana Ketahanan Energi Tanggung Jawab Siapa?

Enny Sri Hartati mengkritisi rencana pungutan Dana Ketahanan Energi

30 Desember 2015 20:13 WIB

Ilustrasi sejumlah sepeda motor antre mengisi BBM. (Dok. Jitunews)
Ilustrasi sejumlah sepeda motor antre mengisi BBM. (Dok. Jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati mengkritisi rencana pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang bakal melakukan pungutan Dana Ketahanan Energi (DKE) yang diambil melalui pembelian premium dan solar.

"Sekarang persoalannya, dana ini (ketahanan energi) tanggung jawab siapa? Berdasarkan undang-undang (UU) jelas dialokasikan baik di APBN dan APBD, serta bersumber dari swasta. Bagaimana dana ini sekarang ada," ujar Enny, di Jakarta, Rabu (30/12).

Secara spesifik, Enny melanjutkan, dana ini belum dialokasikan ke APBN. Katakanlah dana ini segera mendorong untuk energi terbarukan dan alternatif untuk meningkatkan pasokan biodiesel.

"Terlepas apakah ini dari pengusaha atau tidak. Namun prioritas pertama adalah dari APBN, APBD dan swasta," ucapnya.

Dia menegaskan, bagaimana mungkin dana ini mengandalkan sumbangan dari masyarakat sementara pemerintah sendiri tidak peduli.

"Tax atau pajak dan penerimaan pajak dari pemerintah, kalau pemerintah memungut dari masyarakat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) seperti premium dan solar, atau juga pajak penyusutan, energi fosil pajak untuk itu," ungkapnya.

Sementara itu mengenai pihak mana yang bisa menggunakan DKE tersebut juga belum diatur lebih lanjut. Menurut Enny, hal itu harus ada keputusan dari pemerintah, keputusan siapa yang mengembangkan energi alternatif apakah PT Pertamina atau siapa.

"Pemerintah harus konsisten dan serius, serta fokus kepada energi yang efisien. Kita akan mempunyai energi yang efisien dan tidak bergantung, penerapan PP sudah jelas, ada tujuan riset dan penelitian serta pengembangan dan tujuan ketahanan energi. Ada yang tujuannya sebagai dana cadangan energi dan ini harus dipahami, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) jangan sampai salah," jelasnya.

Mentan Optimistis B100 Mampu Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Halaman: 
Penulis : Rachmad Faisal Harahap, Vicky Anggriawan
 
×
×