logo


Pungli Sudirman Said, Rieke : Pak Jokowi Tahu Tidak?

Dana ketahan energi yang digagas Menteri ESDM Sudirman Said tidaklah berlandaskan undang-undang

29 Desember 2015 16:25 WIB

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Rieke Diah Pitaloka. (Foto: Ist)
Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Rieke Diah Pitaloka. (Foto: Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi XI asal Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka menerangkan bahwa setiap pungutan wajib yang dibayarkan rakyat haruslah diatur dengan undang-undang. Sedangkan dana ketahan energi yang digagas Menteri ESDM Sudirman Said tidaklah berlandaskan undang-undang.

"Setiap pungutan wajib yang dilakukan oleh pemerintah kepada rakyat harus diatur dengan undang-undang. Artinya sesuai perintah konstitusi, UUD 1945 fungsi legislasi (pembuatan sebuah produk UU) harus dibahas oleh Pemerintah bersama DPR," kata Rieke dalam keterangan tertulis, Selasa (29/12).

Terkait pengenaan beban masyarakat sebesar Rp 200 untuk pembelian premium per liternya dan Rp 300 untuk solar, Rieke menegaskan bahwa hal tersebut tidak diatur dalam perundang-undangan apapun.

Menurut pengakuan Rieke, Menteri Sudirman Said bakal berkonsultasi dengan DPR terkait penetapan harga baru BBM yang telah disertai iuaran dana ketahanan energi. Anehnya, harga baru tersebut bakal berlaku pada 5 Januari 2016, namun DPR sendiri baru akan kembali bersidang pada 11 Januari 2016.

"Kapan dibahasnya dengan DPR dan apa landasan serta payung hukum Dana Pungutan Ketahanan Energi?" sindir Rieke.

Jelas, tegas pemeran Oneng dalam serial Bajaj Bajuri, bahwa hal tersebut terindikasi sebagai sebuah praktek pungutan liar (pungli). Sebagai penegasan, Rieke menyebutnya dengan istilah Pungli Sudirman Said Kepada Rakyat.

"Kira-kira Pak Jokowi tahu tidak ya," kembali sindir politisi PDIP itu.

Rieke berjanji, atas nama wakil rakyat dan sebagai kesetiaannya kepada UUD 1945, DPR RI harus menolak kebijakan tersebut.

"Di masa sidang Januari 2016, atas nama kesetiaan anggota DPR pada UUD 1945, DPR RI harus menolak kebijakan pungutan tersebut," ucapnya.

"Saya pun memohon dukungan dari seluruh rakyat Indonesia tolak indikasi Pungli Sudirman Said," tutupnya.

PEF 2018: Bos Pertamina Beberkan Jurus Jitu Genjot Potensi Energi Lokal

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan
 
×
×