logo


Pengamat: Langkah Kemenkes Tolak RUU Tembakau Sangat Berlebihan

Hingga saat ini Kemenkes belum mencabut aturan bernomor HK.04.02/Menkes/460/2014

27 Desember 2015 09:24 WIB

Salamuddin Daeng (paling kiri) saat menjadi salah satu narasumber dalam sebuah diskusi publik
Salamuddin Daeng (paling kiri) saat menjadi salah satu narasumber dalam sebuah diskusi publik

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng mengatakan bahwa sikap Kemenkes menolak RUU tembakau sangat berlebihan, pasalnya hingga saat ini Kemenkes belum mencabut aturan bernomor HK.04.02/Menkes/460/2014 tertanggal 11 Agustus 2014, yang berisi tentang penolakan RUU Pertembakauan.

"Instansi ini seharusnya fokus mengurus masalah-masalah kesehatan masyarakat, kenapa sekarang kekeh banget dengan penolakan RUU tembakau," demikian kata Salahudin Daeng dalam acara diskusi politik di Matraman, Jakarta, Sabtu(26/12) kemarin.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kemenkes menjadi keliru kalau terus kekeh untuk menolak RUU tembakau, pasalnya banyak isu kesehatan yang belum disentuh oleh kemenkes, Ia kemudian menyebutkan bahwa isu-isu kesehatan seperti jaminan kesehatan junk food yang terbukti sangat merusak kesehatan dinilai kurang diperhatikan Kemenkes.

Selain itu, masalah buruknya sanitasi warga hingga kematian puluhan anak di Papua, dinilai tidak pernah menjadi isu serius bagi Kemenkes.

Daeng mengingatkan, ada yang lebih berbahaya ketimbang produk tembakau. Karena itu, Menteri Kesehatan dikritisi karena selama ini tidak ada kebijakan yang dirasakan publik.

"Jadi menurut saya kemenkes memaksakan diri ngurus soal hal-hal yang kurang penting dan bukan domainnya sementara hal-hal yang menjadi fokus dan ruang lingkup kerjanya diabaikan," ujarnya.

Selamatkan Petani Tembakau, Selamatkan Indonesia

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan