logo


Tradisi Sekaten Solo, Tiga Pasang Gunungan Ludes Diperebutkan Ribuan Warga

Tiga gunungan terdiri jaler (laki-laki) dan pawestri (perempuan) tersebut diarak oleh para abdi dalem

24 Desember 2015 15:34 WIB

Ribuan warga Solo dan sekitarnya berebut gunungan Sekaten di halaman Masjid Agung Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/12). (Foto: Jitunews/Labib Zamani)
Ribuan warga Solo dan sekitarnya berebut gunungan Sekaten di halaman Masjid Agung Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/12). (Foto: Jitunews/Labib Zamani)

SOLO, JITUNEWS.COM - Ribuan warga Solo dan sekitarnya berebut tiga pasang gunungan Sekaten (peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW) di halaman Masjid Agung Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/12). Tiga gunungan terdiri jaler (laki-laki) dan pawestri (perempuan) tersebut diarak oleh para abdi dalem, sentana dalem serta prajurit keraton dari Kori Kamandungan Keraton Solo menuju halaman Masjid Agung Solo.

Sebelum diperebutkan gunungan Sekaten tersebut terlebih dahulu didoakan oleh ulama keraton. Setelah doa selesai dipanjatkan, gunungan pawestri diperebutkan oleh warga yang sebelumnya telah menunggu di halaman Masjid Agung. Sedang gunungan jaler dibawa kembali ke halaman Kori Kamandungan.

Namun karena banyaknya warga yang menghadang gunungan jaler tersebut, akhirnya dalam hitungan menit semua gunungan Sekaten tersebut ludes diperebutkan para warga. Gunungan tersebut berisi hasil bumi, seperti sayur-sayuran, kacang, tomat, cabai terong, wortel, rengginang atau intip dan lain-lain.

Mereka mempercayai hasil bumi yang dijadikan sebagai gunungan tersebut dapat mendatangkan rizki atau berkah.
"Saya tadi dapat sayuran. Nanti sayurannya saya masak dan dimakan bersama dengan keluarga di rumah," jelas warga Kalioso, Karanganyar, Tukinah ketika ditemui usai berebut sedekah gunungan Sekaten.

Tukinah mengaku setiap tradisi Sekaten selalu menyempatkan waktu untuk datang dan menyaksikan. Meski jarak rumah dengan lokasi Sekaten cukup jauh, Tukinah mengaku tidak mempermasalahkan.

"Yang penting bisa dapat berkah dari gunungan itu sudah senang, mas," tambah dia.

Warga lain, Sumiyati juga mengaku senang bisa mendapat rengginang gunungan Sekaten. Renggingan tersebut, jelas warga Wonogiri ini akan dimasak dan dimakan bersama dengan keluarga.

"Tadi saya datang pagi-pagi supaya dapat lokasi lebih depan. Kalau nggak gitu tidak bisa dapat berkah gunungan," ungkap dia.

(Labib Zamani)

2 Tersangka Kasus Tewasnya Peserta Diksar Menwa UNS Ditangkap

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan