logo


Soal Harga BBM, Menko Maritim: Sudah Waktunya Turun

Menurut Rizal Ramli, setidak ada tiga alasan harga BBM mengalami penurunan.

24 Desember 2015 09:30 WIB

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli (ISTIMEWA)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli (ISTIMEWA)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Terus merosotnya harga minyak mentah dunia sudah seharusnya dijadikan landasan oleh Pemerintah untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengungkapkan, harga BBM memang sudah waktunya. "Saya kira sih memang sudah waktunya (turun), karena harga energi di dunia terus merosot," ungkap Rizal kepada wartawan baru-baru ini di Jakarta.

Menurut Rizal, setidaknya ada 3 alasan mengapa harga BBM tersebut harus turun. Pertama yakni karena harga energi di dunia yang saat ini tengah merosot. Seperti diketahui, harga minyak mentah dunia bahkan anjlok hingga di bawah US$ 40 per barel. Harga tersebut diklaim sebagai harga terendah sepanjang 11 tahun terakhir.


Fadli Zon: Jika Jokowi Memang Pro Rakyat, Maka Ia Seharusnya Segera Menegur Menteri ESDM

Alasan kedua, Rizal melanjutkan, yaitu karena peningkatan suplai yang tidak dibarengi oleh permintaan. Pasalnya, permintaan tersebut menurun akibat perlambatan ekonomi global.

"Ketiga, yang juga sangat penting, adalah temuan ladang minyak besar di utara Rusia. Cadangannya sangat besar sekali dan itu punya pengaruh terhadap harga minyak mentah," pungkas Rizal.

Dengan alasan-alasan tersebut, Rizal menegaskan, maka sudah sepantasnya pemerintah menurunkan harga BBM. "Soal berapa (penurunannya) masih dalam diskusi," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said telah memastikan harga BBM sesuai dengan perhitungan data akan turun seperti harga minyak dunia pada bulan Januari 2016 mendatang.

Sesuai dengan aturan kebijakan penurunan harga BBM per tiga bulan, serta kuantitas mengikuti harga pasaran. Setelah kenaikan harga terakhir pada Oktober 2015 lalu, berarti pada Januari 2016 mendatang tepat setelah tiga bulan.

Genjot Produksi Minyak Indonesia, Kementerian ESDM Kerja Sama dengan Petrokimia Gresik dan IPB

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin