logo


ESDM Komitmen Kembangkan EBT Meski Harga Minyak Melemah

Pemerintah menargetkan hingga tahun 2025 Indonesia sudah mencapai target 23 persen dari sektor energi terbarukan

23 Desember 2015 13:43 WIB

Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Maritje Hutapea. (Foto: Ist)
Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Maritje Hutapea. (Foto: Ist)

SENTUL, JITUNEWS.COM - Harga minyak mentah dunia atau crude oil terus mengalami pelemahan. Saat ini saja harga tersebut sudah mencapai kisaran 33 dolar AS per barel. Kondisi tersebut menjadi dilematis mengingat, pasca Konferensi Perubahan Iklim Paris, Indonesia pun sudah berkomitmen untuk menekan emisi gas efek rumah kaca.

Berdasarkan PP 79 Tahun 2007 tentang Kebijakan Energi Nasional saja, pemerintah menargetkan hingga tahun 2025 Indonesia sudah mencapai target 23 persen dari sektor energi terbarukan.

Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Maritje Hutapea menyampaikan, lemah-kuatnya harga minyak tidak bisa diprediksi dengan pasti. Kondisi-kondisi seperti isu geopolitik dapat mempengaruhi harga secara tiba-tiba. Untuk itu, apa pun kondisinya, Kementerian ESDM tetap berkomitmen untuk mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan.


Ini Asumsi Makro Sektor ESDM Tahun 2021

"Kami dari ESDM, apa pun kondisi BBM mahal atau tinggi, kita komitmen untuk kebijakan energi nasional. Yakni, terus mengeksplor energi non fosil, meskipun BBM lagi murah," katanya di Sentul, Jawa Barat, Rabu (23/12).

Untuk menghadapi kondisi eksternal tersebut, Kementerian ESDM memberikan prasyarat agar energi terbarukan tetap bisa dijalankan, seperti pemberian insentif, subsidi, fitting tarif, dan capacity building.

"Sehingga dalam kondisi apa pun bisa masuk itu barang. Kalau harga tiba-tiba tinggi dan kita masih tidak melakukan apa pun, kita hanya akan jadi korban. Jadi kita tetap komit," pungkasnya. 

Wujudkan Langit Biru, Pertamina Ajak Masyarakat Pakai BBM Berkualitas

Halaman: 
Penulis : Hizbul Ridho, Tommy Ismaya