logo


Selain Jadi Hiasan Natal, Kastuba Juga Berkhasiat Herbal Lho!

Bagian tanaman kastuba yang dapat digunakan sebagai obat adalah seluruh tanamannya

22 Desember 2015 18:25 WIB

Bunga Kastuba
Bunga Kastuba

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Dikenal sebagai bunga Natal, membuat kastuba banyak diincar berbagai kalangan menjelang perayaan umat Kristiani tersebut.

Tanaman kastuba sendiri berasal dari daerah sub tropis yang kemudian menyebar hingga daerah tropis. Di daerah asalnya, tanaman ini bisa memiliki warna-warni yang mencolok pada daunnya sehingga banyak yang mengira jika daun berwarna merah milik kastuba adalah bunga.

Untuk ditanam di pertamanan, tanaman kastuba sangat elok karena warnanya yang mencolok tersebut. Saat ditanam di daerah tropis terkadang warna merah daunnya suka tidak nampak, kemungkinan karena terlalu banyak terpapar panas matahari.

Seperti diketahui warna merah mencolok kastuba akan memudar jika ditanam pada daerah dengan ketinggian kurang dari 1.000 m dpl.

“Kastuba ini kan banyak dibudidayakan di daerah dingin seperti di Puncak, jadi ketika dikirim ke pedagang di Jakarta warnanya akan memudar dan mengering, terlebih jika sinar matahari langsung,” kata Tubagus Rangga Wirandanu, penjual bunga kastuba di kawasan Patal Senayan, Jakarta Selatan, saat ditemui JITUNEWS.COM, Selasa (22/12).

Nah, selain enak dipandang mata, kastuba juga ternyata memiliki khasiat herbal, lho! Diketahui, tanaman yang bernama latin Euphorbia pulcherrima ini daunnya mengandung alkaloid, saponin, lemak, dan amylodextrin. Sementara batangnya mengandung saponin, sulfur, lemak, amylodextrin, asam format, dan kanji. 

Efek farmakologis dari kastuba antara lain rasanya pahit, sepat, sifatnya sejuk, dan toksik. Ia berkhasiat sebagai perangsang muntah, menormalkan siklus haid, menghentikan pendarahan (hemostatis), mempercepat penyembuhan tulang yang patah, menghilangkan bengkak, menyembuhkan luka pada kulit dan melancarkan ASI.

Bagian tanaman kastuba yang dapat digunakan sebagai obat adalah seluruh tanamannya. Cara pemakaiannya, untuk obat yang diminum, gunakan 10-15 g bahan, lalu di rebus. Sementara untuk pemakaian luar, giling daun segar secukupnya sampai halus, lalu tempelkan ke bagian yang sakit, seperti radang kulit, eripelas, luka berdarah, bengkak karena terbentur (memar), dan bengkak karena tulang patah.

Aplikasi pemakaian kastuba untuk mengobati radang kulit, erispelas, dan luka memar adalah cuci daun kastuba segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Setelah itu turapkan pada bagian yang sakit, lalu balut. Ganti 2-3 kali sehari, dan hentikan jika timbul lepuh.

Sementara untuk melancarkan ASI dan menormalkan siklus datang bulan, cuci bunga kastuba segar sebanyak 10 g, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.

Terakhir, untuk menyembuhkan luka pada kulit, Anda hanya cukup mengoleskan getah kastuba yang berwarna putih pada kulit yang terluka akibat terjatuh atau goresan benda tajam.

Tertarik mencobanya sendiri?

Obati Gagal Ginjal dengan Daun Sukun

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana