logo


Teknis Jitu Merawat si Christmas Flowers, Kastuba

Kastuba memiliki karakteristik tersendiri yang tentunya berbeda dengan tanaman hias lainnya

22 Desember 2015 18:27 WIB

Bunga Kastuba
Bunga Kastuba

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tanaman kastuba kerap dijumpai jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Tidak heran jika tanaman hias yang satu ini sering disebut dengan Christmas Flower.

Keindahan tanaman kastuba ini memang terpancar dari pesona warna merah menyala pada daunnya. Bahkan terdapat beberapa kepercayaan pada sebagian masyarakat akan tanaman yang memiliki nama latin Euphorbia pulcherrima ini yang bisa mendatangkan hoki.

Tanaman yang dikenal dengan nama Poinsettia ini memiliki 3 macam warna yang terdiri dari merah, kuning dan merah jambu. Namun, warna merah yang paling banyak diminati masyarakat sebagai pelengkap hiasan natal di rumah.

Kastuba memiliki karakteristik tersendiri yang tentunya berbeda dengan tanaman hias lainnya. Tanaman yang berasal dari Meksiko ini merupakan tanaman perdu, berbatang kayu, bergetah putih serta memiliki akar tunggang berwarna kuning. Kastuba akan sangat cocok bila ditanam pada daerah yang sejuk pada ketinggian 1.000 m dpl.

Di Indonesia, kastuba banyak dibudidayakan di daerah yang berudara sejuk cenderung dingin, seperti daerah Puncak, Jawa Barat. Tidak heran banyak pedagang yang menjajahkan kastuba di pinggiran jalan ibu kota mendapatkan tanaman hias ini dari petani di daerah Puncak.

“Saya biasa memesan kastuba itu dari petani, seperti di daerah Cibodas, Puncak atau di Taman Bunga Nusantara. Sebenarnya di daerah lain juga banyak tapi yang paling banyak itu di daerah Puncak,” kata salah seorang pedagang tanaman kastuba, Tubagus Rangga Wirandanu saat ditemui JITUNEWS.COM di bilangan Patal Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (22/12).

Biasanya, lanjut Bagus, petani di daerah puncak langsung mengirimkan kastuba kepada para pedagang di Jakarta saat menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru seperti saat ini.

“Petani di daerah puncak sana pastinya sudah mengetahui pangsa pasar mereka ketika datang momentum hari raya seperti sekarang. Jadi, bisa dibilang panennya mereka itu saat hari raya Natal, Tahun Baru sama Imlek,” ungkap Bagus.

Untuk membudidayakan kastuba, Bagus mengaku tak mengetahuinya secara spesifik. Menurutnya, kebanyakan petani biasanya memperbanyak kastuba dengan teknik stek.

“Jadi, bunga kastuba dipotong pada bagian ujungnya lalu diberikan semacam 'obat perangsang' dengan cara dicelupkan. Kalau fungsi dari obatnya itu sendiri saya kurang paham karena memang itu 'dapurnya' petani,” paparnya sembari tersenyum.

Lebih lanjut ia Bagus menjelaskan, media tanam kastuba dapat menggunakan sekam bakar. Dimana padi yang sudah dibakar dicampurkan dengan tanah bakar.

“Kastuba dapat ditanam dengan menggunakan sekam bakar sebagai makanannya, karena akar dari kastuba itu kan halus sementara sekam bakar kasar jadi masih ada rongga untuk pertumbuhan akar. Kalau pakai tanah merah itu kan padat jadi akarnya tidak akan bisa hidup.” Jelasnya.

Sementara untuk perawatan, Bagus mengaku rutin menyiramnya setiap hari. Tak lupa ia pun melakukan penyiangan apabila terdapat bunga kastuba yang kering. Hal ini pasti akan terjadi karena kastuba membutuhkan adaptasi ketika dikirim dari daerah dingin ke daerah yang panas, seperti Jakarta.

“Secara keseluruhan, mulai dari penanaman dan perawatan kastuba itu praktis lah. Karena dari petani sendiri kan sudah memperkirakan berapa lama kastuba mampu bertahan ketika di kirim ke Jakarta. Mulai dari media tanam pastinya juga sudah mereka perkirakan,” pungkasnya.

Keren, 7 Hewan Ini Punya Kemampuan Jaga Instalasi Militer Lho!

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana