logo


Menjajal Laba dari Penyemarak Natal nan Indah, Kastuba

Kastuba dipilih sebagai dekorasi utama Natal karena tahan lama dan mudah dalam hal perawatan

22 Desember 2015 17:07 WIB

Kastuba
Kastuba

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru, sejumlah pedagang tanaman hias di seputaran Ibu Kota Jakarta mulai marak memenuhi trotoar pinggir jalan. Tak terkecuali di Jalan Patal Senayan, Jakarta Selatan. Di tempat ini, tanaman yang menarik perhatian adalah sosok tanaman berwarna merah-hijau yang bernama kastuba.

Di Indonesia sendiri, kastuba menjadi primadona tanaman hias menjelang perayaan Natal, Tahun Baru dan Imlek. Banyak masyarakat mencari tanaman hias yang satu ini sebagai hiasan. Bahkan, tak sedikit pula pusat perbelanjaan di Jakarta memilih kastuba sebagai dekorasi utama Natal karena tahan lama dan mudah dalam hal perawatan.

“Menjelang perayaan Natal seperti ini masyarakat banyak yang mencari kastuba. Biasanya untuk hiasan Natal di rumah,” kata salah seorang penjual tanaman kastuba, Tubagus Rangga Wirandanu ketika ditemui JITUNEWS.COM di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (22/12).

Lanjut pria yang akrab disapa Bagus ini, selain untuk hiasan Natal di rumah, permintaan kastuba pun datang untuk partai-partai besar, seperti hotel, restoran, pusat perbelanjaan maupun tempat-tempat hiburan.

“Sejauh ini sih yang paling banyak beli itu dari hotel, restoran sama tempat-tempat rekreasi. Mereka sekali membeli itu bisa 50 sampai 100 pot,” ujar pria yang juga bekerja sebagai Consultant Landscape ini.

Satu pot kastuba sendiri dibanderol Bagus dengan harga bervariasi, tergantung ukuran dan tampilan. Semakin terang warna merah daun kastuba, harganya akan semakin mahal. Untuk menjaga warna tetap cemerlang, penjual biasanya membungkus kastuba dengan kertas putih.

“Untuk ukuran kecil kisaran harganya Rp 25-35 ribu, ukuran sedang  Rp 40-60 ribu, ukuran besar Rp 60-70 ribu.  Kalau yang jumbo harganya Rp 100-125 ribu,” ungkap Bagus.

Saat disinggung mengenai kapasitas penjualan kastubanya tahun ini, Bagus mengaku dirinya sedikit kecewa. Pasalnya, daya beli masyarakat tahun ini dirasakannya sedikit berkurang dibandingkan dengan tahun lalu. Ia pun memprediksi, pada tahun ini kastuba yang dijajakannya hanya mampu terjual sekitar 1.500 pot hingga menjelang Imlek.

“Kalau untuk penjualan, tahun lalu lebih banyak yah, karena mungkin berpengaruh sama dollar pada tahun ini yang tidak stabil. Kalau tahun lalu itu sampai menjelang perayaan imlek, terjual 2.000 pot. Namun, pada tahun ini prediksi saya tidak sampai 2.000 pot, karena 3 hari menjelang Natal saja baru terjual sekitar 700 pot,” beber Bagus.

Disinggung mengenai omzet, Bagus mengaku menjual kastuba menjelang perayaan natal, tahun baru dan imlek memang sangat menguntungkan. Namun, pada tahun ini ia sedikit kecewa melihat daya beli masyarakat yang berkurang.
 
Ke depannya, Bagus berharap, pada tahun depan mata uang dollar akan kembali stabil sehingga minat masyarakat untuk membeli kastuba kembali pulih seperti pada tahun 2014.


Klik! Tanaman Hias Penyerap Racun di Dalam Rumah

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana