logo


Indonesia Buyers Club Siap Bantu Pasien Hepatitis C Mengakses Obat Murah

Mereka menilai pemerintah Indonesia terlihat lambat dalam menyikapi aspirasi pasien Hepatitis C

22 Desember 2015 12:12 WIB

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Eksekutif Indonesia AIDS Coalition (IAC), Aditya Wardhana, mengatakan bahwa saat ini sudah ada obat yang efektif menyembuhkan Hepatitis C dari golongan Direct Acting Antiviral (DAA). Berdasarkan penelitian, obat ini memiliki tingkat menyembuhkan Hepatitis C di atas 95%. Obat ini bernama Sofosbuvir, Ledipasvir dan Daclastavir. Namun, pengobatan Hepatitis C yang tersedia di Indonesia saat ini dan sudah ditanggung oleh JKN merupakan obat generasi lama yang sudah saatnya digantikan oleh obat generasi terbaru ini.

"Sayangnya, obat Sofosbuvir versi paten dijual dengan harga 14 juta rupiah per butir pil sehingga untuk total terapi selama tiga bulan dibutuhkan biaya sebesar 1,1 miliar. Sementara di saat yang bersamaan, obat Sofosbuvir ini juga di jual di India dalam versi generik dengan harga Rp 95.000 per butir pil sehingga total biaya yang dibutuhkan untuk satu kali terapi penuh akan sebesar Rp 8.100.000. Obat ini baru diluncurkan di India pada hari Sabtu lalu tepatnya tanggal 19 Desember 2015," ujar pria yang akrab disapa Edo kepada JITUNEWS.COM di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat (21/12).

Lebih lanjut Edo mengatakan sampai saat ini obat-obatan yang dibutuhkan jutaan penduduk ini belum bisa didapatkan di Indonesia. Pemerintah Indonesia pun terlihat lambat dalam menyikapi aspirasi dari pasien Hepatitis C ini sehingga sampai saat ini baru obat jenis Sofosbuvir yang tersedia di satu rumah sakit di Jakarta. Sementara obat jenis Ledipasvir dan Daclastavir belum tersedia dan pasien di daerah juga masih kesulitan mengakses obat yang sudah tersedia ini. 


Sudah Olahraga dan Konsumsi Makanan Sehat, Kolesterol Tetap Tinggi? Ternyata Ini Penyebabnya

Lima bulan lalu, IAC bersama rekan-rekan dari Koalisi Obat Murah (KOM) mengadakan aksi untuk meminta ketersediaan obat Hepatitis C, Sofosbuvir di Indonesia kepada Badan POM dan Kementerian Kesehatan. Setelah aksi tersebut, beberapa staf dari IAC mendapatkan kemudahan untuk mengakses Sofosbuvir generik dari India. Ternyata cukup banyak pasien Hepatitis C lainnya menanyakan akses untuk mendapatkan Sofosbuvir. Sejak itu, IAC terus berupaya membantu pasien Hepatitis C lainnya, tidak hanya di Jakarta namun hingga ke luar Jakarta.

“Kami tergugah untuk membantu teman-teman pasien Hepatitis C lainnya setelah menerima begitu banyak pertanyaan dari sesama pasien," ucap Edo. “Kami terinspirasi film Dallas Buyers Club yang mengangkat kisah nyata seorang tukang listrik yang memang kas jalur birokrasi dan berjuang mendapatkan obat-obatan untuk para pasien AIDS. Maka, kami mulai bertanya-tanya kepada jaringan internasional kami cara mendapatkan akses Sofosbuvir dan mulai membelikan obat dari India. Inisiatif ini kami namakan Indonesia Buyers Club, ada 36 botol obat yang kami bawa ke sini," tutupnya.

Terungkap! Inilah "Rahasia" Sehat dan Gesit Jokowi-Jusuf Kalla-Ma'ruf Amin!

Halaman: 
Penulis : Suciati, Agung Rahmadsyah