logo


Aquaponik Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga

Budidaya ikannya tidak hanya untuk konsumsi saja, tetapi bisa mengembangbiakkan ikan hias

21 Desember 2015 18:06 WIB

Aquaponik. (Ist)
Aquaponik. (Ist)

TEMANGGUNG, JITUNEWS.COM – Temanggung merupakan salah satu dari 12 kabupaten di Indonesia yang menjadi pilot project pengembangan budidaya ikan air tawar dengan teknologi aquaponik yumina (sayur dan mina/ikan) bumina (buah dan ikan) oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya.

Menurut peneliti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Endhay Kusnendar, budidaya ikan air tawar berteknologi aquaponik yang dipadukan dengan tanaman sayuran dan buah-buahan ini dapat mewujudkan ketahanan pangan keluarga.

"Teknologi budidaya sistem aquaponik ini bisa dilakukan di lahan sempit dan sedikit air. Bahkan, sistem ini bisa dikembangkan di rumah-rumah elit dengan bentuk yang lebih cantik, yang tidak semata-mata untuk konsumsi. Kalau untuk konsumsi bisa untuk ketahanan rumah tangga," kata Koordinator Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Masyarakat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu.

Kata Endhay, berdasarkan hasil panen di sejumlah daerah yang menjadi pilot project aquaponik, hasilnya terlihat cukup bagus. Sedikitnya, ada keuntungan sekitar Rp 5.000 per kilogram untuk ikan lele sehingga bisa untuk skala rumah tangga.

“Sisa bangunan rumah seluas 2 x 3 m2 atau 2 x 4 m2 itu bisa dimanfaatkan untuk budidaya aquaponik. Keuntungan dari sistem ini, bisa dimodifikasi dengan berbagai sayuran dan buah-buahan, bahkan budidaya tanaman hias, seperti anggrek,” tutur Endhay.

Ia menuturkan pula, budidaya ikannya tidak hanya untuk konsumsi saja, tetapi bisa mengembangbiakkan ikan hias, seperti koi.

"Kuncinya adalah menggunakan bibit unggul, baik jenis ikannya maupun tanamannya," katanya.


KKP Klaim Realisasi Kinerja Pembangunan Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2017 Berjalan Positif

Halaman: 
Penulis : Riana