logo


Optimis! Peluang EBT Masih Terbuka Lebar

Hal ini mengingat sumber energi fosil yang bisa habis, dan dunia sepakat untuk menggunakan EBT.

21 Desember 2015 14:19 WIB

Ilustrasi petugas melakukan pemeliharaan rutin terhadap panel surya. (Foto: Antara)
Ilustrasi petugas melakukan pemeliharaan rutin terhadap panel surya. (Foto: Antara)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebagai anak usaha PT Energy Management Indonesia, PT Energy Biomassa Indonesia (EBI) menyatakan, pihaknya akan konsisten dalam upaya mengembangkan energi terbarukan di Indonesia.

Sedangkan terkait permasalahan seperti teknologi, pendanaan dan ketersediaan bahan baku, menurut Direktur EBI Satrio Astungkoro, hal tersebut merupakan permasalahan yang harus dihadapi oleh pihaknya sebagai pengembang energi terbarukan.

"Saya yakin meskipun mengalami beberapa kendala, peluang energi terbarukan di Indonesia sangat terbuka lebar, hal ini mengingat sumber energi fosil yang bisa habis, di tambah negara-negara di dunia pun sudah sepakat untuk gunakan energi baru dan terbarukan (EBT) di konferensi Paris kemarin," ungkap Satrio dalam keterangan tertulisnya kepada media, Jakarta, Senin (21/12).


Freeport Indonesia dan PUK SPKEP SPSI Sepakati Dokumen PKB

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan bidang usaha Konservasi dan Konversi EBT, Satrio mengungkapkan, PT EBI masih mengandalkan dana pribadi untuk mengembangkan produksi wood pellet sebagai sumber pengembangan.

Namun kendati demikian, Satrio melanjutkan, pihaknya mengaku optimis bahwa wood pellet mampu membawa keuntungan dan akan menarik banyak investor yang akan menanamkan modalnya pada sumber daya energi pilihan selain minyak dan gas bumi (migas).

Sebelumnya, Peneliti Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam menilai, tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang ingin membatasi pengembangan EBT. Pasalnya, sampai saat ini pengembangan sektor EBT tidak terlalu signifikan.

Padahal, menurut Roy, sudah ada anggaran untuk energi terbarukan hanya saja belum menjadi prioritas, tapi masih dalam level pengupayaan. "Saat ini anggaran tersebut seharusnya dibelanjakan untuk energi terbarukan, namun kenyataannya tidak begitu," tandas Roy.

Roy menambahkan, peta politik anggaran energi bermula di DPR adalah dengan produk berupa peraturan perundangan, kemudian Pemerintah dan perusahaan BUMN hanya sebagai implementasi kebijakan. Namun, kebijakan energi terbarukan Pemerintah hingga ke daerah masih merupakan sebuah tanda tanya besar. (Baca juga: Ungkap 'Ruang Gelap', PKS: Pansus Freeport Perlu Dibentuk)

Harga Rendah, METI: Pengusaha Tak Punya Pilihan Lain

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex