logo


Menilik Manisnya Prospek Usaha Nanas Madu

Melihat jumlah permintaan yang sangat besar, Yunus tak menyanggupi dan mengaku kewalahan

21 Desember 2015 11:01 WIB

Nanas madu. (Ist)
Nanas madu. (Ist)

SLEMAN,  JITUNEWS. COM – Kondisi alam yang mendukung dengan jenis tanah merah nan subur membuat Yunus berani membudidayakan nanas madu di kecamatan Belik, Pemalang, Jawa Tengah. Menurut Yunus, nanas madu belakangan ini mulai naik daun, hal tersebut bisa dilihat dari merebaknya penjualan nanas madu di pinggir jalan secara kaki lima.

”Sekarang sudah bisa di lihat, banyak nanas madu dijual secara kaki lima, itu menandakan bahwa nanas madu mulai disukai konsumen” pungkas Yunus.

Melihat semakin menggeliatnya bisnis nanas madu, pun membuat Yunus tertarik untuk berkecipung dalam budidaya nanas madu dengan mengucurkan modal awal sebesar Rp 1 juta yang ia rogoh dari tabungan pribadinya. Dengan mengandalkan lahan pribadi seluas 50x50 meter di Pemalang, Yunus mengendalikan usahanya dari tempat tinggalnya di Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta.

”Jadi, di Pemalang yang mengurus itu Bapak dan kakak saya, sedangkan saya di sini bantu penjualan via online,” ungkap Yunus saat dihubungi JITUNEWS.COM.

Menurut Yunus, nanas madu bukan komoditi asli dari Pemalang, pasalnya dahulu di daerahnya ada buah nanas dengan ukuran yang lebih besar namun dari segi rasa kurang manis sehingga tak laku di pasaran dan kini posisinya digantikan oleh komoditi nanas madu. 

“Kalo saya baca-baca dari literatur yang ada, nanas madu merupakan buah asal Bogor yang dari jaman dahulu dibawa oleh leluhur Desa kami ke wilayah Pemalang,” kenang Yunus.

Selain menjual buah nanas madu, Yunus juga melakukan pembibitan. Dikatakan Yunus, dahulu sebelum nanas madu booming, setiap habis panen tunas nanas dirajang untuk dijadikan ,bukan bibit. Namun, setelah nanas madu laku keras di pasaran, Yunus mulai mencoba melakukan pembibitan. Keahlian Yunus melakukan pembibitan nanas madu ia dapatkan secara otodidak dengan rutin melihat petani lain dalam membudidayakan nanas madu.

“Sebenarnya budidaya nanas madu sangat mudah, tak perlu belajar pun bisa,” seloroh Yunus.

Menyoal prospek usaha budidayanya, Yunus sangat yakin, nanas madu memiliki prospek usaha yang cerah. Meski sedang panen raya, berapa pun jumlah nanas madu, selalu laku di pasaran. Bahkan Yunus beberapa kali menerima order dari Jakarta dan Surabaya yang minta dikirimkan sebanyak 10 ribu buah nanas madu per minggu.

Melihat jumlah permintaan nanas madu yang sangat besar, tak ayal Yunus pun tak bisa menyanggupi semua permintaan dan mengaku kewalahan.

“Sekarang ini, konsumen secara spontanitas telah merasakan manisnya nanas madu yang tanpa dicampur penguat rasa dan bahan pengawet sudah memiliki rasa yang manis sehingga berapa pun jumlah nanas yang dihasilkan selalu habis di pasaran,” terang Yunus yang menganut sistem budidaya nanas madu secara mandiri tanpa kelompok tani.



Bali Bakal Menggelar Festival Manggis, Catat Tanggal Mainnya Ya!

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Aditya Kurniawan, Riana