logo


Harga Minyak Jatuh, Investasi Hulu Migas Turun 15%

Dari total target tahun lalu sebesar US$ 20,2 miliar, turun menjadi US$ 17,21 miliar

21 Desember 2015 10:55 WIB

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

CIREBON, JITUNEWS.COM - Secara nasional, target investasi di sektor hulu minyak dan gas (migas) akan turun sebesar 15% dari target tahun lalu. Di tahun 2016, target investasi hulu migas hanya mencapai US$ 17,21 miliar, atau turun sebesar US$ 2,99 miliar dari total tahun lalu yang mencapai US$ 20,2 miliar.

Seperti diketahui, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menyepakati Work Plan and Budget (WP&B) dari para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sebesar US$ 17,21 miliar.

Melemahnya harga minyak mentah dunia menjadi alasan pemangkasan target investasi tersebut. Pasalnya, hal tersebut berimbas pada ditundanya sejumlah kegiatan produksi kontraktor kontrak kerjasama (KKKS).


Tersandung Skandal, Presiden Diminta Copot Menteri ESDM

Berdasarkan data dari Organization of Petroleum Exportir Countries (OPEC), Kepala Hubungan Masyakarat (Humas) SKK Migas Elan Biantoro mengungkapkan, harga minyak mentah dunia akan terus turun ke level US$ 30 per barel di tahun depan.

Dari angka total investasi tersebut nantinya sebesar US$ 15,95 miliar digunakan untuk eksploitasi dan sisanya yang sebesar US$ 1,26 miliar diperuntukkan bagi eksplorasi. Elan mengatakan, pada awalnya KKKS mengusulkan angka US$ 17,92 miliar untuk kegiatan eksploitasi dan US$ 1,34 miliar untuk eksplorasi.

"Tetapi yang kami setujui hanya US$ 15,95 miliar untuk eksploitasi dan US$ 1,26 miliar untuk eksplorasi," ungkap Elan kepada wartawan saat ditemui di Cirebon baru-baru ini.

Elan menyebutkan, pemangkasan investasi ini akan berdampak pada penurunan kegiatan pengeboran sumur migas yang cukup signifikan. "Jumlah development well (sumur pengembangan) yang dibor pertahun biasanya 1.000 sumur. Namun untuk tahun depan, hanya akan dibor 476 sumur pengembangan," sebutnya.

Meskipun kegiatan pengeboran turun drastis, Elan melanjutkan, pihaknya akan menambah kegiatan perbaikan (work over) dan pemeliharaan sumur yang sudah ada untuk menjaga produksi minyak. "Sehingga decline rate tidak terlalu besar," ujar Elan.

Dari angka US$ 15,95 miliar, jumlah sumur yang akan diperbaiki ditargetkan sebanyak 1.196 dari usulan KKKS yang sebanyak 1.146 sumur. Sementara itu, untuk kegiatan pemeliharaan sumur ditargetkan sebanyak 35.686 sumur. Adapun untuk kegiatan survei seismik 3D turun menjadi 3.148 kilometer persegi pada tahun depan.

Cari Cadangan Migas, PHE Jambi Merang Kucurkan US$196 Juta

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin