logo


Alat Kecil Ini Bisa Deteksi Racun Dalam Makanan

Bagaimanapun, setiap orang harus tahu persis apa yang mereka makan

15 Desember 2015 18:18 WIB

Nima sensor buatan 6sensorlabs. (Foto: google image)
Nima sensor buatan 6sensorlabs. (Foto: google image)

AMERIKA SERIKAT, JITUNEWS.COM - Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, satu dari enam orang mengalami keracunan makanan setiap hari, dan sekitar 128.000 lainnya berkahir di rumah sakit. Dalam banyak kasus, insiden keracunan makanan lebih disebabkan oleh hal-hal seperti mislabeling, karsinogen dan pestisida.

Bagaimanapun, setiap orang harus tahu persis apa yang mereka makan. Sementara saat ini, hanya laboratorium sajalah yang dapat memindai makanan dengan tingkat akurasi yang tinggi untuk menentukan apakah bahan kimia dalam makanan itu berbahaya atau tidak. 

Namun, saat ini ada sebuah teknologi yang dapat mendeteksi tingkat berbahaya nya sebuah makanan yang kita makan. Teknologi ini diciptakan oleh 6SensorLabs, dengan perangkat yang disebut "Nima," sebuah laboratorium kimia kecil yang dapat dibawa di saku siapa saja.


Istimewanya Crowde, Platform Penghubung Petani dan Investor

Saat ini, Nima hanya dapat mendeteksi gluten dalam makanan, namun, kemampuan mendeteksi 20 per juta bagian sangat luar biasa. Batasan ini merupakan titik aman yang telah ditetapkan oleh dinas kesehatan makan Amerika Serikat (AS). 

Tentu saja, harga perangkat ini tidaklah murah, karena Anda harus mengeluarkan sekitar $ 250 ribu, sebuah harga yang sangat mahal untuk mengurangi gluten dalam tubuh dalam program diet Anda. 

Alat ini juga sangat baik untuk penderita penyakit celiac - penyakit yang menyebabkan orang menjadi sakit parah jika mereka mengkonsumsi gluten pada makanan yang tidak dikemas dengan baik. 

"Pada akhirnya, teknologi bisa diadaptasi untuk mendeteksi semua jenis bahan kimia dan protein termasuk salmonella," ungkap tim peneliti 6SensorLabs.

Sementara itu, teknologi serupa juga sedang dibangun oleh sebuah perusahaan bernama Safe Catch, yang memungkinkan untuk mengetahui kadar pencemaran merkuri pada ikan kaleng tuna. 

Alat yang bernama Scio ini mampu mengindetifikasi zat kimia berdasarkan cahaya. dilengkapi sebuah sensor yang sangat kecil dan akhirnya bisa dimasukkan ke dalam smartphone Anda. Tentu saja, Scio hanya mampu melihat permukaan makanan saja, sehingga tidak setepat teknologi lainnya, tetapi bisa mendeteksi makanan yang salah dalam kemasannya. 

Semua proyek ini masih dalam tahap prototype, tapi segera, kita harus memiliki ide yang lebih baik dari apa yang kita makan.

|techtimes|

Beli Beras Sachet Rp 2.500, Bisa Kenyang Satu Hari!

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya