logo


Produktivitas Rendah, Petani Indonesia Masih Gagap Teknologi

Bahwa petani masih lamban dalam mengadopsi teknologi pertanian

15 Desember 2015 17:14 WIB


JAKARTA, JITNEWS.COM - Pengamat Pertanian dosen dari Universitas lampung, Bustanul Arifin mengatakan bahwa petani masih lamban dalam mengadopsi teknologi pertanian.

"Petani kita masih sangat lamban dalam mengadopsi teknologi di sektor pertanian dan perlu ada perhatian pemerintah dari pemerintah soal ini," demikian kata Bustanul Arifin saat hadir sebagai pembicara dalam acara FGD kedaulatan pangan di bilangan senayan, Jakarta, Selasa (15/12).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sejak tahun 2008, banyak bermunculan sejumlah varietas unggul baru (VUB)
untuk Ekosistem Sawah Irigasi memakai nama Inpari (Inbrida Padi Irigasi). Untuk  benih unggul Inpari sejak tahun 2008 – 2011 telah dilepas Inpari 1 sampai Inpari 20, namun hingga saat ini pemanfaatannya belum maksimal.

"Varietas Inpar ini baru dimanfaatkan hanya 30 persen, selama 8 tahun, ini sangat disayangkan," katanya.

Lambannya masyarakat petani mengadopsi teknologi pertanian sangat berkaitan juga dengan kinerja pemerintah terutama para penyuluh yang belum maksimal.

"Seharusnya penyuluh lebih aktif dalam menyosialisasikan teknologi pertanian sehingga petani paham manfaat dari adanya sejumlah teknologi di sektor pertanian," katanya.

Ia menyesalkan lambannya petani mengadopsi teknologi pertanian ini.

"Kan sayang susah-susah para peneliti menghasilkan teknologi dan varietas baru tetapi tidak di.manfaatkan sepenuhnya," demikian pungkasnya.

Wujudkan Kedaulatan Pangan, Perlu Ada Penguatan Program Pertanian

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan