logo


Bustanul Arifin: Petani Masih Lamban Dalam Mengadopsi Teknologi.

Petani kita masih sangat lamban dalam mengadopsi teknologi di sektor pertanian

15 Desember 2015 17:10 WIB

Bustanul Arifin. (Foto: Istimewa)
Bustanul Arifin. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, JITNEWS.COM- Pengamat Pertanian dan dosen dari Universitas Lampung, Bustanul Arifin mengatakan bahwa petani masih lamban dalam mengadopsi teknologi pertanian.

"Petani kita masih sangat lamban dalam mengadopsi teknologi di sektor pertanian dan perlu adanya perhatian dari pemerintah di sektor ini," papar Bustanul Arifin saat hadir sebagai pembicara dalam acara FGD kedaulatan pangan di Senayan, Jakarta, Selasa(15/12).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa sejak tahun 2008, banyak bermunculan sejumlah varietas unggul baru (VUB) untuk Ekosistem Sawah Irigasi memakai nama Inpari (Inbrida Padi Irigasi). Bahkan, untuk  benih unggul Inpari sejak tahun 2008 – 2011 telah dilepas Inpari 1 – Inpari 20, namun hingga saat ini pemanfaatannya belum maksimal.


Program Lumbung Pangan Baru di Kallteng, Kementerian PUPR Programkan Rehabilitasi 85.500 ha

"Varietas Inpari ini baru dimanfaatkan hanya 30 persen, selama 8 tahun, ini sangat di sayangkan," katanya.

Lambannya masyarakat petani mengadopsi teknologi pertanian sangat berkaitan juga dengan kinerja pemerintah terutama para penyuluh yang belum maksimal.

"Seharusnya penyuluh lebih aktif dalam mensosialisasikan teknologi pertanian sehingga petani paham manfaat dari adanya sejumlah teknologi di sektor pertanian," katanya.

Ia menyesalkan lambannya petani mengadopsi teknologi pertanian ini. "Kan sayang susah-susah para peneliti menghasilkan teknologi dan varietas baru tetapi tidak di.manfaatkan sepenuhnya,"pungkasnya.

Indonesia Sebagai Negara Agraris Harus Mempunyai Food Estate

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Tommy Ismaya
 
×
×