logo


Dapat US$ 300 Juta, Tiongkok Bersihkan Polusi Udara Akibat Batu Bara

Tiongkok akan memulai dari Provinsi Hebei, pasalnya Hebei dinilai menjadi masalah utama pengendalian polusi.

11 Desember 2015 13:05 WIB

Wanita China saat berjalan di tengah asap polusi.(dok.huffpost)
Wanita China saat berjalan di tengah asap polusi.(dok.huffpost)

To overcome the problem of air pollution that has been going on for a long time, China got a policy-based loan from the Asian Development Bank (ADB) in the amount of US $ 300 million. However, to support the cost of the program 'The Hebei Clean Air Action Plan 2015-2016', the loan from the ADB is expected to stimulate a loan worth 150 million Euros from KfW Development Bank. China needs US $ 4.8 billion for the success of the agenda.

JAKARTA, JITUNEWS.COM
- Guna mengatasi masalah polusi udara yang terjadi sejak lama, Tiongkok menerima pinjaman berbasis kebijakan senilai US$ 300 juta dari Asian Development Bank (ADB).

Namun untuk mendukung biaya program 'The Hebei Clean Air Action Plan 2015-2016', pinjaman dari ADB tersebut diharapkan dapat memancing pinjaman dari KfW Development Bank senilai 150 juta Euro. Pasalnya, untuk menyukseskan agenda tersebut, biaya yang dibutuhkan Tiongkok mencapai US$ 4,8 miliar.

Provinsi Hebei sendiri dinilai menjadi masalah utama pengendalian polusi di Tiongkok, dan merupakan Provinsi terbesar kedua di Tiongkok yang mengkonsumsi batu bara.


Pokja IV Tanggapi Polemik Izin Operasi Kereta Pengangkut Batu Bara di Sumsel

"Kualitas udara yang buruk mencapai tingkat yang serius bahwa itu membahayakan kesehatan serta pertumbuhan yang berkelanjutan," ungkap Spesialis Senior Pembangunan Perkotaan ADB, Satoshi Ishii, kepada media melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Jum'at (11/12).

Rencananya, Provinsi Hebei akan membuat reformasi mendasar untuk kebijakan energi dan sosial ekonomi daerahnya dengan pinjaman tersebut. Bahkan, Provinsi Hebei juga berencana untuk membangun dasar yang kokoh terkait dengan investasi dalam rangka peningkatan kualitas udara dan kesehatan publik di wilayahnya.

"Ini termasuk aksi dari kebijakan untuk peralihan batu bara ke energi yang lebih bersih, mempromosikan transportasi umum di wilayah perkotaan dan meningkatkan energi biomassa di pedesaan," tutup Ishii.

Pinta Jonan, Perusahaan Batubara Harus Genjot Nilai Tambah

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin