logo


Jakarta Bisa Lumpuh Bila Sistem Transportasi Tak Dibenahi

Sistem kota-kota besar tidak akan hidup tanpa sistem transportasi

10 Desember 2015 14:25 WIB

Ilustrasi kemacetan di Jakarta. (ist)
Ilustrasi kemacetan di Jakarta. (ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Berbagai pertanyaan yang mengemuka seperti bagaimana masa depan BRT Trans Jakarta dengan masifnya pembangunan transportasi berbasis rel, revitalisasi angkutan umum reguler yang berhimpitan dengan koridor Busway dan juga maraknya transportasi kendaraan bermotor roda dua, serta bagaimana konsep rancangan keterpaduan moda di area Dukuh Atas pada saat berbagai moda transportasi memilih Dukuh Atas sebagai titik transit utama.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dijawab dan diberikan solusi oleh pihak regulator. Dewan Transportasi Kota Provinsi DKI Jakarta (DTKJ) sebagai lembaga independen yang memiliki tugas untuk menampung aspirasi masyarakat dan memberikan bahan pertimbangan kepada Gubernur DKI Jakarta dalam menetapkan kebijakan di bidang transportasi, mempunyai tanggung jawab untuk turut mendorong terwujudnya keterpaduan transportasi publik perkotaan di DKI Jakarta, baik secara berdiri sendiri dalam kawasan Kota Jakarta maupun sebagai bagian dari Kawasan Aglomerasi Jabodetabek.

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi, Sutanto Soehodho mengatakan, langkah menjadi kota yang terintegrasi sudah cukup lama. Bersama mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, pada saat itu dirinya sama-sama mengunjungi DPR untuk meyakinkan bahwa Jakarta harus mempunyai sistem pemerintahan yang solid, sehingga hal yang valid dijustifikasi di dalam kota yang sebenarnya menjadi kota megapolitan.

"Karena kita tahu bahwa sebagian masyarakat di Jabodetabek, mereka tentunya mendukung transportasi di Jakarta. Sistem kota-kota besar tidak akan hidup tanpa sistem transportasi," ujar Sutanto, di Gedung Prasada Sasana Karya, Jakarta Pusat, Kamis (10/12).

Mengingat Jakarta membutuhkan kegiatan yang tidak hanya mengakomodir, Sutanto melanjutkan, dengan hampir 10 juta masyarakat Jakarta, kegiatan sosio ekonomi ini bukan hanya sebatas sektor transportasi saja, tapi juga sektor-sektor lain yang juga ikut berkembang seperti misalnya pajak dan perumahan. Terkait dengan aglomerasi kota, pihaknya melakukan sesuatu sistem transportasi kota tidak hanya Jakarta dan tetangganya, DKI Jakarta juga sedang membangun angkutan-angkutan massal yang lebih besar seperti MRT dan lain-lain.

"Tentunya kita melakukan sesuatu kegiatan yang terpusat dan kemudian kita arahkan tata ruang dan transportasi yaitu transit oriented development (TOD). Jadi sangat penting di dalam melakukan transportasi publik kita membuat simpul-simpul agar efektif," ucapnya.

Ibu Kota Negara Pindah, Anies: Tidak Akan Ada Efeknya pada Kemacetan di Jakarta

Halaman: 
Penulis : Rachmad Faisal Harahap, Vicky Anggriawan