logo


Dirjen Migas: Indonesia Bakal Kelebihan Gas di 2016

Kelebihan pasokan gas itu berasal dari produksi dalam negeri, yakni mencapai 48 kargo gas alam cair (LNG).

10 Desember 2015 10:24 WIB

Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja. (Foto: Istimewa)
Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja mengungkapkan, Indonesia akan kelebihan pasokan gas alam di tahun 2016.

Menurut Wiratmaja, kelebihan pasokan gas tersebut berasal dari produksi dalam negeri yang tergolong besar, yakni mencapai 48 kargo gas alam cair (LNG).

"Suplai gas kita diperkirakan pada 2020 akan impor. Tapi tahun depan kita justru kelebihan LNG (Liquid Natural Gas). Ada sisa 48 kargo gas kontrak yang belum ada komitmen pembeli," ungkap Wiratmaja kepada wartawan di Jakarta baru-baru ini.


Cari Cadangan Migas, PHE Jambi Merang Kucurkan US$196 Juta

Bahkan, Wiratmaja melanjutkan, jika kilang LNG atau Train III yang ada di Papua sudah mulai berproduksi pada 2018-2019, maka kelebihan pasokan gas akan semakin besar.

"Domestic Market Obligation (DMO) 80 persen komitmen pembeli belum ada, ini dari rata-rata produksi LNG sebanyak 16 kargo. Pertamina baru komitmen membeli 4 kargo, ada sisa 12 kargo," lanjutnya.

Sekadar informasi, Pemerintah juga menargetkan adanya penurunan harga gas industri lantaran banyak keluhan dari industri terkait mahalnya harga gas. Pemerintah merencanakan penurunan harga gas untuk industri akan berlaku mulai Januari 2016 nanti.

Dalam keterangan yang diberikan pemerintah, penurunan harga gas untuk industri berpotensi mengurangi penerimaan negara antara Rp 6 triliun hingga Rp 13 triliun.

Listing Perdana di NYSE, Indonesia Energy Catatkan Sejarah

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin