logo


Kembangkan Listrik di Sumatera, PLN Terima Kucuran Dana dari ADB

Dana pinjaman tersebut juga akan digunakan untuk memperluas penetrasi jaringan tenaga listrik

8 Desember 2015 10:22 WIB

Ilustrasi. (Ist)
Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Guna meningkatkan keandalan dan mengembangkan sistem ketenagalistrikan di Sumatera, PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) Tbk mendapat pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) sebesar US$ 600 juta.

Tak hanya itu, dana pinjaman tersebut juga akan digunakan untuk memperluas penetrasi jaringan tenaga listrik guna mendukung program pembangunan pembangkit listrik 35.000 Mega Watt (MW).

"Pemberian jaminan Pemerintah pada direct lending ini sangat membantu PLN dalam merealisasikan Program 35.000 MW. Dana pinjaman akan digunakan untuk membangun jaringan transmisi dan distribusi di Sumatera, sehinga dapat meningkatkan rasio elektrifikasi," ungkap Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati kepada wartawan baru-baru ini di Jakarta.


Dukung Penanganan Covid-19, PLN Peduli Salurkan Rp14 M

Lebih lanjut Nicke mengatakan, pinjaman ini merupakan terobosan guna menjawab kebutuhan pendanaan PLN untuk membangun infrastruktur dan transmisi melalui program 35.000 MW.

Pinjaman langsung dengan jaminan Pemerintah ini, merupakan yang pertama di Indonesia, dan pertama di dunia untuk sektor energi. Setelah berjalan di Sumatera, PLN dan ADB berencana untuk memperluas cakupan ke sistem kelistrikan Indonesia Bagian Timur, Indonesia Bagian Tengah, dan Jawa-Bali.

"Dengan demikian, PLN secara bertahap dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dalam hal kualitas maupun kuantitas," pungkas Nicke.

Nantinya, lingkup program meliputi pembangunan Jaringan Tegangan Tinggi (JTT) sepanjang 19.305 kilo meter sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 18.200 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 19.300 kms, dan trafo sebesar 6.987 Mega Volt Ampere (MVA).

Dekatkan Akses Energi ke Masyarakat Pedesaan, Pertamina Resmikan Pertashop Sirnajaya

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Deni Muhtarudin