logo


Dirut Pertamina: Penerapan ISC Berikan Efisiensi US$ 1/Barel

Hal itu dikarenakan dipindahkannya proses pengadaan minyak mentah dari Petral ke ISC

7 Desember 2015 17:50 WIB

Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto. Jitunews/Johdan A.A.P
Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejak diterapkannya Integrated Supply Chain (ISC) dalam pengadaan minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM), PT Pertamina (Persero) Tbk mampu menghemat US$ 1 per barel.

Hal tersebut diakui Direktur Utama (Dirut) Pertamina Dwi Soetjipto, karena harga beli minyak yang tadinya membengkak akibat proses pengadaan dilakukan oleh pihak Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang kemudian diefisiensi dengan dialihkan melalui ISC.

"Kita sudah melihat adanya tren positif seperti impor Premium kalau diefisiensi 2015 sekitar US$ 1 per barel," ungkap Dwi kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/12).


Soal Blok Mahakam, Pertamina Tunggu Kepastian Kemitraan Total

Dirinya mengaku optimis, efisiensi ini akan berlanjut pada tahun depan dengan tambahan sampai US$ 1 per barel. "Dengan begitu kita bisa dapat tambahan lagi US$ 1 per barel," pungkas Dwi.

Menurut Dwi, semua langkah efisiensi yang dilakukan Pertamina semata-mata untuk menjadikan perseroan tersebut sebagai 'The Most Efficient Company'.

"Apa yang ingin kita bangun 1-2 tahun ini sampai 2016, adalah bagaimana agar Pertamina menjadi the most efficient company. Meskipun dengan keterbatasan menjadi trusted company bagi masyarakat," tuturnya.

Dwi juga menjelaskan, Pertamina akan masuk pada 'Bussiness Development', diantaranya dengan membangun kilang dan melakukan perluasan pasar serta bisnis pelumas. "Kita berharap 2016 kita lebih effors ke ASEAN dan go Internasional," tutupnya.

Selain MKD, Freeport Gate Harus Diselesaikan Via Pansus Angket

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana, Deni Muhtarudin