logo


Dukung Produk Lokal dan Jauhkan Debat Organik-Hidroponik?

karena semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat akan hasil pertanian yang aman dan baik bagi manusia dan

6 Desember 2015 17:28 WIB

Ilustrasi foto.(Ist.)
Ilustrasi foto.(Ist.)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Awalnya perdebatan yang cukup kompleks dikalangan masyarakat hingga pelaku bisnis pertanian ini muncul karena semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat akan hasil pertanian yang aman dan baik bagi manusia dan alam. 

Di satu pihak, pertanian organik dianggap lebih ramah lingkungan, tidak menyebabkan penurunan kualitas tanah, tidak menimbulkan limbah pertanian yang berbahaya bagi lingkungan seperti residu pestisida atau pupuk kimia yang dianggap merusak struktur tanah sehingga kualitas lingkungan dan lahan pertanian jadi menurun. 

Namun pada kenyataannya apakah semua tanaman yang berbasis dan ditumbuhkan melalui proses pemberian bahan organik secara otomatis disebut atau berpredikat produk pangan organik? Kemudian bagaimana dengan aturan penanaman organik yang baik dan benar menurut kaidah ilmu pertanian? Regulasi dan definisi mengenai pangan organik masih belum seragam atau dengan kata lain belum ada standard baku yang mengatur tentang hal ini yang disepakati secara internasional.


Mentan Syahrul Paparkan Terobosan untuk Majukan Pertanian

Sementara itu sistem pertanian hidroponik memungkinkan kita untuk tetap dapat menumbuhkan makanan kita meski dalam kondisi terbatasnya lahan yang ada dan ini tidak dapat dilakukan dalam pertanian organik. Meskipun secara ekonomis pada awalnya investasi yang dibutuhkan dalam penggunaan sistem hidroponik cukup besar namun selanjutnya justru akan lebih murah, sebab tenaga kerjanyapun tidak perlu terlalu banyak. Kerusakan tanaman juga dapat lebih minimalkan dan tentu memiliki bentuk visual yang lebih menarik dan bersih baik tanamannya maupun lingkungan, sehingga cukup baik dari segi estetika.

Tapi ada pemahaman dari beberapa kalangan bahwa sistem pertanian hidroponik masih dianggap kurang ramah lingkungan karena dalam skala komersial penggunaan unsur-unsur teknis kimia dalam perakitan nutrisi hidroponik menjadi isu besar tersendiri yang menurunkan nilai jual produk hidroponik bila dibanding dengan produk organik meski dari hasil penelitian kandungan gizi dari hasil produk hidroponik tidak lebih buruk dari produk organik. 

Pada dasarnya kedua cara penanaman baik organik maupun hidroponik sama-sama baik, sekarang tinggal bergantung pada Anda sebagai konsumen. Jika Anda ingin mendapakan kualitas yang baik, tak ada salahnya Anda mulai membangun relasi dengan kantong-kantong organik maupun hidroponik lokal di daerah Anda. Dengan begitu Anda dapat mengetahui langsung perihal keamanannya, atau jika Anda tidak tahu lokasinya, langkah yang harus dilakukan adalah mencari komunitas organik-hidroponik yang terdapat di daerah Anda tinggal.

Keren! Dosen UMM Berhasil Ciptakan Drone Petani, Ini Fungsinya

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah, Tommy Ismaya