logo


Iran Desak OPEC Potong Produksi 1,3 Juta Barel/Hari

Ini harus menjadi perhatian bagi mereka yang telah menggantikan Iran sebagai sumber minyak selama periode sank

4 Desember 2015 16:00 WIB

Ilustrasi kilang minyak. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi kilang minyak. (Foto: Shutterstock)

IRAN, JITUNEWS.COM - Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zangeneh mengatakan bahwa ia tidak perlu meminta ijin OPEC untuk memulai produksi minyak dalam jumlah besar tahun depan. Namun demikian, ia telah mengirimkan surat kepada OPEC untuk mengurangi produksi anggotanya secara kolektif 1,3 juta barel per harinya. 

Pada 17 November 2015, Bijan Namdar Zanganeh pernah mengeluarkan pernyataan di Teheran, Iran, bahwa peningkatan pasokan minyak global tidak mengkhawatirkan Iran. 

"Penurunan harga tidak akan menjadi perhatian bagi kita. Ini harus menjadi perhatian bagi mereka yang telah menggantikan Iran sebagai sumber minyak selama periode sanksi internasional untuk menimalisir ekspor energi," kata Zanganeh. 


Jelang Pertemuan OPEC, Harga Minyak Menguat

Bahkan, lanjut Zanganeh, negaranya mengharapkan hal itu tidak menjadi sebuah persoalan saat menjual minyak karena pasar akan memperhitungkan Iran kembali. 

Iran sendiri diketahui akan menyerahkan surat proposal untuk OPEC pada persidangan di Wina, Austria, Jumat (04/12). Dalam surat proposal tersebut, Iran memperingatkan negara-negara anggota OPEC untuk berhati-hati. Pasalnya, Iran akan kembali menjadi penguasa minyak dunia dengan perkiraan produksi 30 juta barel per hari. 

"Selanjutnya Iran akan kembali ke produksi dan mengekspor seperti sebelumnya, setelah sanksi Barat dicabut," papar Zanganeh.

Sementara itu, Sekretaris Menteri Perminyakan bidang OPEC Mahdi Asali mengatakan bahwa Iran tidak mencari sebuah reaksi dari OPEC, melainkan sebuah komitmen dan mengumumkan niat Iran untuk kembali ke kuota penjualan minyak sebelumnya. 

Di bawah sanksi internasional, lanjut Asali, sektor energi Iran sangat terpukul karena hanya bisa menjual minyak lebih sedikit dari kemampuan lebih yang bisa dihasilkan. "Pada bulan Oktober, misalnya, Iran menghasilkan hanya 2,6 juta barel per hari, padahal sebelum sanksi dijatuhkan, Iran bisa memproduksi lebih dari 4 juta barel per hari.

OPEC sendiri mempunyai strategi untuk merebut kembali pangsa pasar dari para produsen minyak kecil. Hal ini dikatakan oleh Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi dalam sebuah wawancara dengan Middle East Economic Survey seperti dilansir Arabnews, Jumat (04/12). 

"Saya yakin bahwa efisiensi tinggi bisa menahan harga yang rendah untuk minyak cukup lama dan itu tujuannya," papar al-Naimi. "Apakah itu turun ke $20, $40, $50, $60 - itu sangat tidak relevan."

Pada hari Jumat (04/12), anggota negara-negara pengekspor minyak yang tergabung dalam OPEC akan mengadakan pertemuan di kantor pusatnya, di Wina, Autria, di mana akan mempertimbangkan tingkat produksi minyak dan harga. Pada pertemuan di bulan November 2014 sebelumnya, OPEC telah memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi pada 30 juta barel per hari, meskipun pasar telah penuh karena sebagian besar produksi minyak di Amerika Serikat meningkat. OPEC menolak untuk meninggalkan kebijakan ini pada pertemuan Juni lalu.

|Arabnews|

WOWS Jadi Primadona, Praktisi Migas: Kepastian Mendapatkan Minyaknya Lebih Tinggi

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya