logo


WWF Indonesia Lakukan Campaign untuk Lindungi Harimau Sumatera dan Badak Jawa

Perburuan menjadi salah satu faktor matinya Harimau Sumatera

3 Desember 2015 13:34 WIB

Harimau Sumatera. (Foto: Greenpeace.org)
Harimau Sumatera. (Foto: Greenpeace.org)

BOGOR, JITUNEWS.COMWorld Wildlife Fund (WWF) Indonesia sedang gencar melakukan campaign untuk melestarikan kelangsungan hidup dua spesies yang statusnya hampir punah, yaitu Harimau Sumatera dan Badak Jawa. Dari dua species tersebut, Harimau Sumatera menjadi sorotan utama mengingat salah satu Cambrian species yang sangat berpengaruh besar terhadap ekosistem dibawahnya.

Indonesia sendiri memiliki 3 jenis harimau, yaitu Harimau Bali, Harimau Jawa dan Harimau Sumatra. Namun, dari tiga jenis tersebut, hanya menyisakan Harimau Sumatra yang saat ini terus diperhatikan jumlah populasinya agar tidak punah.

“Sebenarnya dulu Indonesia punya 3 jenis harimau, itu ada Harimau Bali yang punah tahun 1930-an, Harimau Jawa punah 1970-an dan satu lagi Harimau Sumatera ini yang terus dipantau keberadaannya agar tidak punah,” kata Koordinator Panda Mobile WWF Indonesia, Pratama Aditya kepada JITUNEWS.COM saat hadir dalam acara Festival Air 2015 di kampus IPB Dramaga, Bogor beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Harimau Sumatera ini merupakan salah satu Cambrian species yang sangat berpengaruh pada kehidupan ekosistem yang berada di bawahnya. Jadi jika Harimau Sumatera punah, maka ekosistem di bawahnya juga akan punah dan tentunya akan mengganggu kehidupan manusia.

“Harimau Sumatera jangan sampai punah, karena dia salah satu Cambrian species yang jika sampai punah maka ekosistem yang berada di bwahnya juga akan ikut punah. Hama yang bisa menggangu kehidupan manusia juga akan semakin banyak, seperti babi hutan,” jelasnya.

Perburuan menjadi salah satu faktor matinya Harimau Sumatera. Rata-rata mereka diburu untuk diambil semua organ tubuhnya yang bisa dijual dengan harga yang terbilang fantastis.

“Harimau diburu untuk diambil semua organ tubuhnya karena bisa dijual, seperti bulu, kuku, taring bahkan sampai kumis dan bagian belakangnya bisa dijual. Kebanyakan harimau mati itu tanpa jejak berbeda dengan gajah yang badannya masih ada hanya gadingnya saja yang hilang dan ini yang sulit untuk kita lacak,” tandas pria yang akrab disapa Tama ini.

Wow, Ternyata Anjing Dapat Mengendus Kanker Lho!

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana