logo


Perburuan Hiu Kian Marak, Save Sharks Indonesia Tuntut Regulasi Penuh

Bagian tubuh hiu yang paling banyak yang diekspor ke luar negeri adalah siripnya

1 Desember 2015 14:12 WIB

Nelayan Cilacap melakukan aktivitas bongkar muat ikan hiu di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. (Foto: Antara)
Nelayan Cilacap melakukan aktivitas bongkar muat ikan hiu di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. (Foto: Antara)

BOGOR, JITUNEWS.COM – Banyaknya keanekaragaman hewan di lautan Indonesia ternyata membuat segelintir oknum melakukan hal yang tidak bertanggung jawab. Salah satu tindakannya adalah memburu hiu yang menjadi top predator di lautan untuk diperjualbelikan demi meraup keuntungan.

Hal tersebut terus dilakukan karena melihat adanya pola konsumsi masyarakat yang gemar mengkonsumsi seafood, termasuk hiu untuk pengobatan yang sebenarnya belum terbukti secara ilmiah. Komunitas Save Sharks yang mempunyai visi dan misi melindungi hiu dari perburuan pun gerah melihat makin banyaknya oknum tidak bertanggung jawab tersebut.

“Pola konsumsi masyarakat dapat dikatakan kurang bertanggung jawab ya, karena mereka mengkonsumsi hewan yang menjadi top predator di lautan,” ungkap Dithi Sofia, Volunteer Save Sharks Indonesia kepada JITUNEWS.COM disela-sela acara Festival Air 2015 di kampus IPB Dramaga, Bogor beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, beberapa alasan mereka memburu hiu itu karena melihat kebutuhan masayarakat yang banyak mengkonsumsi hiu untuk dijadikan bahan pengobatan. Namun, sebenarnya hal itu belum terbukti secara ilmiah dan masih harus dikaji lebih jauh lagi.

“Segala mitos tentang hiu yang bisa menyembuhkan penyakit juga sebenarnya belum terbukti secara ilmiah. Jadi, bisa dibilang mereka mengonsumsi hiu bukan karena kebutuhan melainkan gengsi,” kata wanita yang juga menjadi Putri Bahari Indonesia tersebut.

Bagian tubuh hiu yang paling banyak yang diekspor ke luar negeri itu, lanjutnya, adalah sirip hiu. Namun, sebenarnya semua bagian tubuh dari hiu mereka manfaatkan dan hal itu tentunya akan menghancurkan ekosistem dari hiu itu sendiri.

“Seluruh bagian tubuh dari hiu mereka manfaatkan untuk di konsumsi ke beberapa daerah Indonesia atau bahkan di ekspor ke luar negeri. Tindakan seperti itu tentunya sangat tidak bertanggung jawab karena akan menghancurkan ekosistem yang menjadi top predator di lautan,” tuturnya.

Ia pun berharap pemerintah dapat dengan cepat membuat regulasi penuh untuk melindungi hiu dari perburuan agar ekosistemnya tetap terjaga.

“Intinya pemerintah harus cepat-cepat mengeluarkan regulasi penuh terhadap semua jenis hiu, karena yang saat ini hanya beberapa saja yang baru dilindungi,” pungkasnya.

KKP Klaim Realisasi Kinerja Pembangunan Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2017 Berjalan Positif

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana