logo


Diskusi Publik: 'Menakar Keseriusan Pemerintah Gairahkan Sektor Perkebunan', Don't Miss It!

Diskusi ini diselenggarakan besok, Rabu, 2 Desember 2015, bertempat di Typology Cafe, Jl. Wijaya 1 No. 5C, Jak

1 Desember 2015 10:49 WIB

Diskusi publik bertema Menakar Keseriusan Pemerintah Gairahkan Sektor Perkebunan yang akan diselenggarakan Rabu, 2 Desember 2015, bertempat di Typology Cafe, Jl. Wijaya 1 No. 5C, Jakarta Selatan. (Jitunews/Bobby)
Diskusi publik bertema Menakar Keseriusan Pemerintah Gairahkan Sektor Perkebunan yang akan diselenggarakan Rabu, 2 Desember 2015, bertempat di Typology Cafe, Jl. Wijaya 1 No. 5C, Jakarta Selatan. (Jitunews/Bobby)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Tiap tahunnya sektor perkebunan mampu menyumbang devisa dari perolehan ekspor senilai 21,4 miliar dolar AS dengan volume sebanyak 23,3 juta ton. Penerimaan devisa ini ditopang dari komoditi sawit sebesar 11,5 miliar dolar AS, karet 5,27 miliar dolar AS, kakao 780 juta dolar AS, dan kopi 920 juta dolar AS. Tingginya pemasukkan negara dari sektor perkebunan menandakan bahwa pemerintah selama ini sudah bekerja serius untuk menumbuhkan industri perkebunan nasional. 

Meskipun industri perkebunan memberikan sumbangsih besar terhadap pemasukan negara, namun bukan berarti di sektor tersebut tidak mengalami hambatan. Hal itu terbukti dengan masih tertinggalnya produktivitas hasil perkebunan nasional dibanding dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. 

Selain persoalan produktivitas, masalah lain adalah masalah daya saing produk. Secara nasional perkembangan pangsa pasar beberapa produk perkebunan utama Indonesia menunjukkan adanya kecenderungan penurunan dari waktu ke waktu, tergeser oleh beberapa negara pesaing, seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, India dan Sri Lanka. Hal ini mengindikasikan daya saing industri dan produk perkebunan Indonesia masih sangat lemah. 


Pengamat Ragukan Efektivitas Pemanfaatan Kartu Tani

Kini, setahun sudah Presiden Jokowi memimpin negara. Tercatat, ada beberapa paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam menggenjot perekonomian nasional. Dalam salah satu kebijakannya, Presiden Jokowi memang tak melupakan kebijakan ekonomi di sektor perkebunan, namun apakah paket kebijakan ekonomi Jokowi dapat menggenjot sektor perkebunan yang saat ini juga melesu akibat goncangan ekonomi global? 

Dari sisi pengusaha, apakah pelaku usaha telah mendapat kemudahan-kemudahan yang diberikan pemerintah melalui program insentif yang diberikan kepada perusahaan kebun mengingat banyaknya persoalan yang membelit sektor perkebunan? 

Diskusi Publik. Untuk membahas hal itu secara mendalam, jitunews sebagai media online yang memfokuskan diri pada masalah energi, pangan, dan air akan menyelenggarakan diskusi publik bertema "Menakar Keseriusan Pemerintah Gairahkan Sektor Perkebunan" yang akan diselenggarakan besok, Rabu, 2 Desember 2015, bertempat di Typology Cafe, Jl. Wijaya 1 No. 5C, Jakarta Selatan. 

Diskusi akan berlangsung dari pukul 12.00-16.00 WIB. Dan menariknya, diskusi publik ini akan diisi oleh berbagai pembicara yang kompeten di sektor perkebunan. Seperti Mantan Menteri Pertanian, Anton Apriyantono, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Gamal Nasir, Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir, Pengamat Ekonomi, Prof. Firmanzah, dan Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono. Don't miss it!    

   

Dirjen Perkebunan Optimis Target Capaian Swasembada Gula 2019 Bisa Terwujud

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro