logo


Iran Tawarkan Investor Asing Kontrak Minyak Terbaru

Iran berharap investor akan banyak mendapatkan hasil karena ada opsi memperpanjang kontrak tambahan

30 November 2015 12:45 WIB

Ilustrasi tambang minyak. (Shutterstock)
Ilustrasi tambang minyak. (Shutterstock)

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Iran telah mengeluarkan model kontrak minyak terbaru yang bertujuan untuk menarik investasi sebesar-besarnya usai sanksi nuklir dicabut. Bahkan, perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) diundang untuk berpartisipasi. 

Dilansir Arabnews, kontrak baru tersebut akan menggantikan kontrak model lama, di mana kontraktor minyak diminta untuk membayar setelah mengembangkan dan mengoperasikan ladang minyak sebelum menyerahkannya ke pemerintah Iran.

Dalam kontrak minyak terbaru ini, pemerintah Iran berharap mendapatkan investasi baru senilai $30 miliar untuk jangka waktu kontrak 15-20 tahun. Sehingga akan memungkinkan untuk pemulihan biaya-biaya yang dikeluarkan. 


2018, OPEC Proyeksikan Harga Minyak Dunia Stabil

Sebelumnya dalam kontrak lama, Iran hanya memberlakukan kontrak-kontrak jangka pendek sehingga banyak dikeluhkan oleh investor karena risiko yang berat dan kerugian. Apalagi investor yang menghasilkan lebih dari jumlah yang direncanakan tidak akan menerima kompensasi atas barel tambahan tersebut.

Tetapi di bawah kontrak model terbaru ini, pemerintah Iran berharap investor akan banyak mendapatkan hasil karena akan ada opsi untuk memperpanjang kontrak tambahan selama 5 tahun hingga 25 tahun. 

Menteri Perminyakan Bijan Namdar Zanganeh mengatakan bahwa di bawah kontrak baru, investor asing akan diminta untuk membentuk sebuah perusahaan patungan dengan mitra dari Iran untuk melakukan eksplorasi, pengembangan dan operasi produksi.

"Untuk terus memainkan peran (sebagai pemasok minyak utama), kami berharap untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan minyak internasional terkemuka dalam situasi win-win solution," ungkap Zanganeh saat menyambut investasi AS di sektor energi Iran. 

"Kami tidak keberatan dan tidak ada masalah dengan partisipasi perusahaan Amerika. Cara untuk kehadiran perusahaan ini di industri minyak Iran sangat terbuka."

Sementara itu Mahdi Hosseini, seorang pejabat senior yang bertanggung jawab atas kontrak baru, mengatakan pada wartawan, bahwa kontrak model baru ini merupakan upaya untuk memperbaiki hubungan Iran dengan dunia industri internasional.

Iran berharap untuk menarik lebih dari $150 miliar dalam investasi asing dalam lima tahun ke depan untuk membangun kembali industri energi yang runtuh. 

Seperti diketahui, sanksi internasional terhadap industri minyak Iran diperketat pada 2012 atas program nuklirnya yang kontroversial. Negara-negara Barat telah lama menduga Iran diam-diam mengejar senjata nuklir, tapi tuduhan ini dibantah oleh Teheran, yang bersikeras bahwa program ini sepenuhnya mengarah ke perdamaian. 

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai pada bulan Juli dengan AS, Inggris, Perancis, Jerman, Rusia dan Cina, Iran akan menghentikan kegiatan nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

|Arabnews|ty|

WOWS Jadi Primadona, Praktisi Migas: Kepastian Mendapatkan Minyaknya Lebih Tinggi

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya