logo


Harga Minyak Dunia Rendah, Energi Baru Terbarukan Tidak Laku

Kebijakan Bappenas tetap fokus terhadap kebijakan energi dalam konteks perencanaan energi

30 November 2015 09:10 WIB

Ilustrasi energi baru terbarukan (Ist)
Ilustrasi energi baru terbarukan (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan, Bambang Prijambodo, mengatakan kesulitan dari pelaksanaan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) adalah karena harga minyak mentah dunia yang fluktuatif. Saat minyak mentah naik, maka Indonesia baru melirik EBTKE, tapi ketika harga minyak mentah murah kembali menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

"Pemerintah harus punya target pembangunan EBTKE dulu, SPBU gas tahun 2000 banyak karena kita tahu bahwa harga minyak mentah mahal. Kemudian minyak turun itu sedikit progresnya, pada 2010 kita butuh lagi, seharusnya kita tetap bikin sesuai target. Sehingga, saat kita butuh sudah tidak bingung," ujar Bambang, di Jakarta, Minggu (29/11).

Sekarang, pihaknya sedang menyinkronkan sasaran program 35 ribu MW dengan berbagai rencana investasi yang disampaikan ke berbagai daerah.

"Kita akan integrasi, berdasarkan potensi daerah dan kebutuhan," ucapnya.

Untuk program tahun depan, kebijakan Bappenas tetap fokus terhadap kebijakan energi dalam konteks perencanaan energi. Nantinya, kesatuan pemikiran-pemikiran yang akan disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan disatukan sebaiknya dari kementerian terkait.

"Tapi yang kita inginkan dan pemerintah upayakan agar target energi baru dan terbarukan (EBT) yang kita bangun di tengah fluktuasi harga tetap jalan. Apakah konsisten di harga itu, itu nanti tergantung situasi tapi jangan sampai teknologi dan infrastruktur yang kita bangun hilang karena fluktuasi di hulu," ungkapnya.

8.150 Rumah di Probolinggo dan Pasuruan Teraliri Jaringan Gas

Halaman: 
Penulis : Rachmad Faisal Harahap, Vicky Anggriawan