logo


Asa Iran Kembali ke Pasar Minyak Global

Industri minyak Iran selama ini mencoba bertahan dengan peralatan yang sudah usang akibat isolasi barat

26 November 2015 16:26 WIB

Pekerja tambang di Iran tengah memasang pipa-pipa jalur distribusi minyak.(dok.business)
Pekerja tambang di Iran tengah memasang pipa-pipa jalur distribusi minyak.(dok.business)

IRAN, JITUNEWS.COM - Di salah satu sudut kota Teheran, Iran, banyak insinyur bekerja dengan sangat serius sepanjang waktu untuk mengembalikan kejayaan Iran sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia. 

Seperti diketahui, wilayah barat daya Iran terbukti memiliki cadangan minyak terbesar dibandingkan dengan Afrika dan Nigeria. Bahkan, diduga terdapat sekitar 60 miliar barel minyak yang menjadi ambisi terbesar Iran untuk kembali ke kancah perdagangan minyak dunia.  

Laporan CNN mengatakan, bahwa pengeboran di ladang minyak di wilayah selatan Azadegan hampir saja selesai. Namun, perjuangan Iran untuk menjadi "pemain" perdagangan minyak dunia terkendala sanksi negara-negara barat. 


Pertamina-Iran Tandatangani MoU Akhir Bulan Ini

Industri minyak Iran selama ini mencoba bertahan dengan peralatan-peralatan yang sudah usang akibat isolasi barat. Pada satu platform, National Iranian Oil Company, perusahaan minyak Iran, mengebor minyak dengan rig buatan China tapi berteknologi Amerika. 

Mahmood Marashi, seorang manajer proyek lulusan Amerika, mengatakan bahwa ia tidak bisa menunggu terlalu lama untuk penghapusan sanksi Barat dan berharap Iran bisa kembali memasuki pasar minyak global. 

"Kami berharap bahwa setelah sanksi-sanksi dicabut kita bisa bergerak lebih cepat," kata Marashi kepada CNN. "Tentu saja kualitas sangat penting, ini mengacu pada alat yang terpaksa digunakan." 

Tidak jauh lokasi itu, asap hitam keluar dari mesin-mesin pengebor tua. Sejumlah pekerja keluar dengan raut wajah datar, berharap besar untuk hasil empat kali lipat produksi di wilayah barat Quroon yang diperkirakan menghasilkan 700.000 ribu barel per hari pada tahun 2020, dari 160.000 ribu barel yang biasa didapat per harinya. 

 

Abdulreza Hosseinnejad, managing director Nasional Iran Oil Company, yang bertanggung jawab dalam pengeboran diharuskan melaporkan kemajuan kepada negara setiap dua minggu sekali."Potensi minyak di daerah sangat besar, kami harus bekerja keras agar menjadi kenyataan," ungkap Hosseinnejad.

"Kami dikondisikan untuk bekerja dengan keras, saya hanya berharap sanksi dihapuskan dan hidup kami jauh lebih mudah." 

Seperti dilaporkan CNN, di sebelah barat Quroon terdapat sepertiga cadangan minyak Iran yakni sekitar 157 miliar barel, terbesar keempat di dunia. Begitu sanksi-sanksi dicabut, Iran akan bekerja keras meningkatkan produksi menjadi setengah juta barel per hari. 

"Setengah juta lagi pada awal tahun fiskal Iran di bulan Maret. Selanjutnya setengah juta barel akan mengikuti pada akhir bulan 2016," pungkas Hosseinnejad pada CNN.

|CNN|

Pertamina-NIOC Tandatangani MoU Pengembangan Ladang Minyak Raksasa di Iran

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya