logo


Urban Farming, Solusi Jitu Ketahanan Pangan

Tren urban farming di sejumlah negara dapat menjadi solusi terhadap ketahanan pangan

25 November 2015 14:00 WIB

Contoh urban farming. (Ist)
Contoh urban farming. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tingginya pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan produksi pertanian membuat ancaman bagi ketahanan pangan. Namun beberapa waktu belakangan ini tren urban farming di sejumlah negara dapat menjadi solusi terhadap ancaman tersebut selain mampu memasok makanan segar dan sehat. 

Salah satu negara yang sukses mengembangkan pola demikian adalah Jepang. Di Tokyo, di antara rel kereta api, jalan-jalan, gedung jaringan listrik, urban farming tumbuh bahkan mampu memasok makanan segar dan sehat bagi 700 ribu penduduknya. 

Sedangkan di Indonesia urban farming belum begitu berkembang. Padahal potensinya sangat besar. Saat ini ada sekitar 10,3 juta hektar lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan, di mana lebih dari 24 persen ada di perkotaan. 


UNS Kembangkan Sentra Pisang di Jenawi

"Sebagai produsen benih hortikultura yang mengembangkan, memproduksi dan memasarkan benih sayuran tropis hibrida lokal, kami optimistis pertanian di perkotaan akan berkembang di Indonesia," ujar Audya Bisma, Deputy Business Development Director PT East West Indonesia. 

Selain memproduksi dan memasarkan benih, Audya mengatakan pihaknya juga mengembangkan pertanian perkotaan melalui pendampingan teknis, pelatihan hingga pengembangan pasar. 

Selain itu pihaknya juga menginisiasi lahirnya komunitas Panah Merah. Komunitas ini menjadi wadah bagi para pecinta tanaman hortikultura (buah, sayuran dan bunga). 

Komunitas ini terbuka untuk semua, baik yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan untuk saling berbagi informasi, mengunduh modul pertanian, membangun relasi bisnis Budidaya tanaman hortikultura, dan banyak keuntungan lainnya. Serta tidak ketinggalan adalah menjadikan menanam sebagai hal yang mudah, menyenangkan, menyehatkan, sekaligus menguntungkan. 

"Apabila dilakukan secara massif diharapkan nantinya dapat membantu pemerintah mengurangi impor sayuran guna mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia," pungkas Audya. 

Sebelumnya, lanjut Audya, kami juga mengadakan urban farming expo dimana pengunjung dapat melihat langsung seperti apa konsep urban farming. Mereka diberi pelatihan menanam di lahan yang sempit. Ke depannya, ia akan melakukan kegiatan serupa dan mendorong minat masyarakat bercocok tanam, terutama di lahan pekarangan sendiri.

Latih Petani Manfaatkan Blotong untuk Pupuk Organik

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Tommy Ismaya