logo


Membahayakan, Chappy Hakim: Lion Air Pantas Dibekukan

Pasalnya, Lion Air sering melakukan kesalahan yang fatal, bahkan cenderung membahayakan.

22 November 2015 10:04 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Melalui akun sosial media Twitter, pengamat penerbangan Marsekal (Purn) Chappy Hakim mengungkapkan, bahwa sudah waktunya perizinan maskapai Lion Air dibekukan. Pasalnya, Lion Air sering melakukan kesalahan yang fatal, bahkan cenderung membahayakan.

"Lion Air membahayakan! sudah waktunya untuk dibekukan izinnya & dilakukan audit secara menyeluruh agar tidak membahayakan nyawa orang banyak," tulis Chappy Hakim lewat akun Twitter-nya, Jakarta, Minggu (22/11).

Saat dikonfirmasi, Chappy mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) harus mengambil langkah yang tegas. Jika kasus suara desahan di kokpit dan penundaan penerbangan Lion Air JT 898 yang berujung chaos di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (21/11) kemarin, dibiarkan begitu saja, maka bisa berdampak buruk bagi penerbangan Indonesia.


Ngeyel Terbangkan Pesawat Denpasar-Wuhan, Lion Air Berkilah Sudah Sesuai Prosedur

"Masyarakat luas melihat bagaimana delay Lion Air yang enggak karu-karuan, dan puncaknya itu kemarin. Itu sebagai titik kulminasi. Kalau tidak ada tindakan yang serius, maka kepercayaan penerbangan internasional akan hilang. Kepercayaan itu tidak hanya kepada maskapai yang bersangkutan, tapi juga kepada otoritas penerbangan nasional (Kemenhub)," ujarnya.

Bahkan, menurut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) ini, peristiwa penundaan penerbangan yang berujung chaos itu sangat memalukan dan kontra produktif. Terlebih lagi, justru bertentangan dengan usaha Pemerintah yang ingin Indonesia masuk dalam Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

"Ini sangat memalukan dan sangat kontra produktif dan sangat merugikan usaha keras Pemerintah untuk bisa kembali menjadi council member di ICAO dan berupaya supaya bisa sederajat, sama tinggi dengan negara di dunia dan kawasan ASEAN. Kemudian terjadi kejadian seperti itu. Jadi ini merupakan kejadian sangat memalukan dan kejadian yang sangat kontra produktif," jelas Chappy.

Ditambahkan Chappy, jika di sebuah internasional airport ada penumpang di runway, apalagi sampai 'menyerbu' pesawat lain dan berujung chaos, itu merupakan hal yang sangat fatal.

"Bagaimana kepercayaan dunia internasional terhadap internasional airport di Indonesia kalau dia mau landing tau-au ada orang bisa di runway. Itu pertanyaan besar. Jadi ini harus dipahami sebagai satu hal yang sangat serius, dan kalau saya melihat ini sudah waktunya  Kementerian Perhubungan untuk membekukan sementara (Lion Air) dan melakukan audit internal untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," imbuhnya.

Sekadar informasi, Maskapai Lion Air mengajukan permohonan penangguhan pesawat untuk penerbangan JT 898 untuk terbang pada pukul 08.00 WIB, Sabtu (21/11). Padahal, penerbangan tujuan Jakarta-Makassar tersebut seharusnya dilakukan (take off) pukul 05.00 WIB. Pihak Lion meminta permohonan penggantian pesawat dari jenis Boeing 737 menjadi Airbus A 330 yang kapasitasnya lebih besar.

Calon penumpang yang belum mendapatkan tanda-tanda keberangkatan lantas mengamuk dan 'menyerbu' pesawat Lion Air JT 778 Jakarta-Makassar lainnya. Pesawat JT 778 (dijadwalkan take off 08.15 WIB) saat itu sudah akan berangkat dan tinggal pada fase tutup pintu pesawat.

Penumpang JT 778 yang panik karena mendengar teriakan-teriakan bernada mengancam lantas berhamburan dan ada juga yang membuka pintu darurat. Seluncur darurat bahkan sampai mengembung keluar.

Mahfud MD Sebut Penerbangan Indonesia Dari dan Ke China Akan Ditutup Mulai Selasa

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin