logo


RI Optimis Raih Transaksi US$ 1,2 Juta di TITCW Expo 2015

Kopi asal Indonesia menjadi sangat populer sehingga sanggup menarik banyak kontak bisnis

19 November 2015 18:56 WIB

Ilustrasi biji kopi. (Foto: istimewa)
Ilustrasi biji kopi. (Foto: istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI), Arief Fadillah mengaku optimis mampu mencetak transaksi sebesar US$ 1,2 juta dalam Taiwan International Tea, Coffee, and Wine Expo (TITCW) 2015. Rasa optimis tersebut lantaran dalam event yang digelar di Taipei, Taiwan pada 13-16 November 2015 itu, kopi asal Indonesia menjadi sangat populer sehingga sanggup menarik banyak kontak bisnis.

"KDEI Taipei menggunakan strategi pendekatan pasar melalui pengamatan langsung kepada importir, kedai kopi, dan konsumen pecinta kopi Indonesia di Taiwan," ujar Arief, dalam siaran pers yang diterima jitunews, Kamis (19/11).

Meski baru menguasai 6 persen pangsa kopi di Taiwan, KDEI Taipei optimis pangsa ekspor kopi masih bisa ditingkatkan. Sebab, ekspor kopi Indonesia ke Taiwan pada Agustus 2014 tercatat sebesar US$ 12,73 juta dan mengalami peningkatan 20 persen menjadi US$ 15,24 juta pada Agustus 2015.


Jumlah Penerbangan Meningkat, Bandara Juanda Tambah Jam Operasional

"KDEI Taipei juga mengedukasi serta mempromosikan kopi Indonesia dalam ajang Harumnya Kopi Indonesia : The Best Coffee in Earth. Tak hanya itu, beberapa kegiatan juga telah dilakukan selama 2015. Seperti pertemuan intensif dengan asosiasi kopi Taiwan dan kunjungan rutin ke perusahaan kopi Taiwan," jelas Arief.

Pada TITCW 2015, paviliun Indonesia bisa menarik sekitar 2 ribu orang per harinya untuk lebih mengenal kopi asli Indonesia. Selain itu, dilakukan pula promosi lokasi sentra produksi kopi melalui kegiatan "Taiwan Tour de Coffee" ke Jawa Timur dan Bali pada awal bulan Agustus 2015.

"Selama tiga hari penyelenggaraan pameran, paviliun Indonesia berhasil menarik sekitar dua ribu orang per harinya untuk mengetahui lebih banyak tentang kopi dan teh asal Indonesia. Para pengunjung yang ingin mencicipi, juga difasilitasi sesi cupping setiap hari selama 1 jam," pungkas Arief.

Wasit dan Tol Fungsional Dioperasikan Guna Urai Kemacetan Saat Mudik

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Christophorus Aji Saputro