logo


Pengusaha Harapkan Semester Pertama Tahun 2016, Pasar Otomotif Tumbuh 5%

Saat ini memang menjadi faktor yang paling diandalkan dalam mengembangkan industri otomotif nasional

19 November 2015 18:37 WIB

Ilustrasi suasana pameran mobil. (Foto: istimewa)
Ilustrasi suasana pameran mobil. (Foto: istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap pada semester pertama tahun 2016 mendatang, pasar kendaraan bermotor roda empat di Indonesia bisa meningkat 3-5%. Pasalnya besarnya pasar mobil di Indonesia, saat ini memang menjadi faktor yang paling diandalkan dalam mengembangkan industri otomotif nasional.

Seperti diketahui, total pasar tahun ini diperkirakan akan mencapai sedikitnya 1 juta unit kendaraan, hal ini turun sangat signifikan dibandingkan pasar pada tahun 2014 yang mencapai 1,22 juta unit. Pasar otomotif ini diperkirakan baru akan pulih sepenuhnya pada tahun 2017 mendatang.

Kendati pasar sedang lesu, CEO PT Bakrie Autoparts, Boy Purnadi mengaku optimis menyambut tahun depan. Dirinya mengatakan bahwa telah menyiapkan strategi-strategi bisnis untuk mendukung penjualan dan mendukung pertumbuhan industri otomotif secara keseluruhan.

"Kami tetap optimis, makanya kami tetap pada rencana-rencana bisnis kami, antara lain mengembangkan kapasitas produksi komponen," ujarnya dalam keterangan resminya, Jakarta pada Kamis (19/11).

Menurutnya, selama ini PT Bakrie Autoparts banyak memproduksi komponen-komponen utama untuk kendaraan niaga dari beberapa merk ternama dan akan terus meningkatkan kapasitasnya hingga dua kali lipat pada tahun 2017.

"Kami telah mematangkan rencana untuk mengembangkan bisnis bersama dengan Daimler Mitsubishi untuk kendaraan niaga, dan juga untuk kendaraan penumpang dengan Mitsubishi sebagai mitra," lanjutnya.

Apalagi saat ini sudah terbit kebijakan Kementerian Perindustrian dengan menerbitkan Peraturan Menteri No.34 tahun 2015 mengenai industri Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih dan Industri Sepeda Motor, menggantikan Permen No.59 tahun 2015. Poin dari Permenperin ini adalah mengurangi penggunaan komponen impor oleh pelaku industri otomotif dalam negeri.

Dibanding Thailand, Industri Otomotif Indonesia Masih Tertinggal

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan