logo


Gaikindo: Indonesia Harus Belajar dari Kesalahan Australia

Indonesia harus belajar dari kesalahan Australia mengatur industri otomotifnya

19 November 2015 18:22 WIB

I Made Dana Tangkas. (Foto: istimewa)
I Made Dana Tangkas. (Foto: istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Pengembangan Industri Otomotif, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) I Made Dana Tangkas mengatakan, Indonesia harus belajar dari kesalahan Australia mengatur industri otomotifnya. Saat ini, industri otomotif di Australia sangat jatuh, indikatornya adalah dengan tutupnya pabrik-pabrik otomotif disana.

"Negara tetangga kita sudah mengalami suffering, Australia.  Tahun 2016, Ford akan menutup pabriknya disana, tahun depannya lagi Toyota dan GM (General Motor) akan menutup pabriknya di Australia. Saya kira ini jadi poin kita, apa mau bernasib seperti mereka?," ujarnya di Kantor Kemenperin, Jakarta pada Kamis (19/11).

Ia mengatakan, integritas pasar antara negara-negara di dunia membuat tarif bea masuk produk-produk otomotif berkurang secara signifikan. Apalagi saat ini Indonesia memiliki pasar yang sangat besar dan sedang diincar oleh produsen otomotif India dan Tiongkok yang saat ini sedang berkembang pesat.

"Dunia semakin datar, semakin flat, ada MEA, AFTA, dan TPP. Namun demikian saat yang paling dekat itu MEA, dunia otomotif itu sudah sejak 2010 sudah ada tarif 0-5%, Tiongkok tahun ini tarifnya sudah 0%, Asean-Cina itu sudah 5%, dan Asean-India tahun depan tarifnya sudah 5%," lanjutnya.

Menurutnya, dengan keadaan seperti ini, mau tidak mau pemerintah harus menggenjot daya saing produk otomotif Indonesia. Salah satunya dengan mengurangi bahan baku impor, pasalnya saat ini pasar dalam negeri Indonesia sangat besar dan bila produk domestik tidak berdaya saing bukan berarti pasar lari ke produk luar.

"Ketika daya saing kita tidak siap, ya negara-negara lain seperti India, Tiongkok dan Korea dengan copy pastenya dengan sangat cepat dan akan mengincar pasar dalam negeri Indonesia," pungkasnya.

Mendag RI dan Australia Bahas Isu Strategis

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan