logo


Jokowi Sambut Positif Pengintegrasian Pabrik-pabrik Pupuk

Pabrik-pabrik tersebut diintegrasikan dalam perusahaan holding

19 November 2015 16:18 WIB

Presiden Joko Widodo. (Dok. Jitunews)
Presiden Joko Widodo. (Dok. Jitunews)

BONTANG, JITUNEWS.COM- Ketika menghadiri peresmian Pabrik 5 PT. Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) dan Pabrik Asam Fosfar II PT. Petro Kimia Gresik di Lapangan Kantor Pusat Pupuk Kaltim, Bontang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa Keberadaan pabrik pupuk mempunyai peran yang sangat penting dalam pencapaian swasembada dan kemandirian pangan. 

Tak hanya menyampaikan hal tersebut, Presiden Jokowi juga menyambut positif integrasi yang telah dilakukan oleh pabrik-pabrik pupuk dalam perusahaan holding. Melihat hal baik itu, ia berharap agar BUMN lain dapat meniru pola yang dilakukan oleh BUMN di sektor pupuk. 

"Yang sejenis untuk efisiensi agar juga dibangun holding-nya, sehingga setiap tindakan aksi korporasi bisa lebih efisien," ujar Presiden, dalam keterangan tertulis yang diterima jitunews, Kamis (19/11).


Kebijakan Jokowi di Sektor Pertanian Tak Miliki Konsep dan Konsistensi yang Jelas

Presiden Jokowi pun mencontohkan tentang Bank BUMN. Di mana setiap Bank BUMN memiliki mesin ATM sendiri-sendiri. Seharusnya, lanjutnya, mesim ATM hanya satu, namun kartunya saja yang berbeda, karena pemilik BUMN itu sama, yaitu rakyat Indonesia. Upaya seperti ini dinilai Presiden Jokowi dapat menghemat biaya hingga Rp 30 triliun. "Banyak efisiensi yang bisa dilakukan," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Pupuk Kaltim, Aas Asikin Idat melaporkan, pabrik realisasi pertama dari Program Revitalisasi Industri Pupuk telah sesuai dengan Inpres Nomor 2 Tahun 2010. Saat ini, Pabrik 5 merupakan pabrik pupuk urea terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas produksi mencapai 1,55 juta ton urea granul per tahun, serta memiliki kapasitas amoniak 825 ribu ton per tahun.

"Dengan berdirinya Pabrik 5 ini, maka kapasitas produksi Pupuk Kaltim menjadi 2,74 juta ton per tahun untuk amoniak dan 3,4 juta ton per tahun untuk urea," ungkap Aas.

 

 

 

Jokowi Bahas Beras dan Bulog, Netizen: Jangan Blusukan ke Sawah Lagi ya Pak, Nanti Kotor!

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro