logo


Pemerintah Harus Stimulus Industri Otomotif Agar Berkembang

Beberapa tahun lalu pemerintah pernah melakukan program insentif untuk memercepat pendalaman struktur

19 November 2015 15:40 WIB

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah harus memberikan stimulus dan komitmen untuk memercepat pendalaman struktur industri otomotif secara menyeluruh. Hal ini agar industri otomotif Indonesia tidak tertinggal dibandingkan negara-negara kompetitor lainnya.

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) Bobby Gafur Umar mengatakan, komitmen tersebut harus terus dijaga. Karena beberapa tahun lalu pemerintah pernah melakukan program insentif untuk memercepat pendalaman struktur industri otomotif Indonesia.

"Menurut kami, kebijakan yang demikian masih sangat relevan untuk ditingkatkan dan dikembangkan secara lebih komprehensif," ujarnya dalam keterangan pers di Kantor Kemenperin, Jakarta pada Kamis (19/11).

Ia menuntut pemerintah untuk lebih bersungguh-sungguh dalam melakukan pendalam struktur otomotif. Pasalnya, saat ini banyak masalah yang masih menghambat perkembangan industri otomotif Indonesia seperti keterbatasan infrastruktur, SDM, alih teknologi, keterbatasan energi, produktivitas yang rendah dan tingginya bahan baku impor.

"Data terbaru dari Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, tahun 2014 lalu, Indonesia sampai harus mengalami defisit dari impor komponen otomotif sebesar Rp 90 triliun," lanjutnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta pemerintah untuk memberikan dukungan baik melalui berbagai kebijakan dan insentif untuk mengurai persoalan tersebut. Pasalnya kalau tidak segera diselesaikan, maka nasib industri otomotif Indonesia tidak akan berkembang.

"Menurut kami, ini sudah menjadi masalah sangat serius. Industri otomotif yang kita harapkan bisa menjadi masalah sangat serius. Industri otomotif yang kita harapkan bisa menjadi salah satu tumpuan kemajuan industri dan ekonomi domestik justru menjadi beban," pungkasnya.

Dibanding Thailand, Industri Otomotif Indonesia Masih Tertinggal

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan
 
×
×