logo


Industri Otomotif Indonesia Masih Primitif dan Jauh Tertinggal

Industri otomotif Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan Thailand dan Malaysia

19 November 2015 14:19 WIB

Ilustrasi industri otomotif. (Foto: istimewa)
Ilustrasi industri otomotif. (Foto: istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Bobby Gafur Umar mengatakan bahwa industri otomotif Indonesia masih jauh tertinggal. Industri otomotif Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan dua negara kompetitor terdekatnya, yakni Thailand dan Malaysia.

"Industri otomotif kita memang mengalami banyak perkembangan, tapi kita harus jujur, industri otomotif kita sekarang ini bisa dibilang primitif. Jika tidak serius, industri otomotif Indonesia akan semakin tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga kita seperti Thailand dan Malaysia," ujarnya dalam keterangan resmi di Kantor Kemenperin, Jakarta pada Kamis (19/11).

Ia mengatakan, bahwa pemerintah harus serius menangani masalah ini untuk membangun industri otomotif yang kuat. Pemerintah harus berkomitmen untuk membangun industri otomotif Indonesia agar tidak semakin tertinggal bila dibandingkan negara-negara kompetitor.

"Sekaranglah saatnya untuk kembali membangun keseriusan dan memantapkan komitmen. Jika tidak, tidak akan ada yang bisa kita harapkan lagi dari industri ini," lanjutnya.

Seperti diketahui, pendalaman struktur industri secara menyeluruh sebenarnya pernah digalakkan pemerintah beberapa tahun lalu. Saat itu, pemerintah berkomitmen untuk memercepat pendalaman struktur industri otomotif dengan menggulirkan program insentif.

"Intinya, untuk mendapatkan potongan atau bahkan pembebasan bea impor, perusahaan industri otomotif harus memiliki kandungan lokal 20% di tahun pertama produksi, 40% kedua dan 60% di tahun ketiga," ujar Bobby.

Menurutnya, pembebasan pajak barang mewah yang memunculkan mobil LCGC dengan harga terjangkau membuat kandungan lokal terserap dan banyak produsen mobil membangun pabrik baru di Indonesia, terkait dengan investasi langsung.

"Pembebasan pajak barang mewah untuk mobil dengan kandungan lokal sedikitnya 60%, mendorong industri untuk melakukan investasi pabrik baru, seperti pabrik mesin dan casting, dengan hasil berupa produk setengah jadi," pungkasnya.

Malaysia Lirik Potensi Kerjasama dengan Adhi Karya

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan
 
×
×