logo


Gubernur Jateng : Jawa Tengah Alami Surplus Beras

Menurut Ganjar, hal Ini Karena Jateng Merupakan daerah lumbung beras Nasional

18 November 2015 19:11 WIB

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Foto : krjogja.com)
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Foto : krjogja.com)

KLATEN, JITUNEWS.COM - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengaku Jateng mengalami surplus beras. Hal ini karena Jateng merupakan daerah lumbung beras nasional. Sehingga belum saatnya Jateng melakukan impor beras.

"Stok beras di Jateng masih aman, sehingga Jateng tidak perlu melakukan impor beras," tegas Ganjar dalam Peluncuruan Program Peningkatan Produksi dan Pemasaran Beras di Desa Towangsan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Rabu(18/11).

Menurut Ganjar, sangat ironis apabila masyarakat di Jateng memakan beras impor. Sebab stok beras di Jateng sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Dikatakannya, program kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat penting untuk memperkuat posisi Jateng sebagai lumbung beras.

"Selama ini Jateng terus meningkatkan kualitas hasil produksi pertanian. Pola tanam padi juga kami perhatikan. Agar petani ini bisa tepat waktu masa panennya," ungkap Ganjar.

Disamping itu pihaknya juga akan memberikan jaminan asuransi kepada para petani untuk mengantisipasi gagal panen. Jaminan ini berupa modal usaha untuk digunakan petani menanam padi apabila terjadi gagal panen.

"Pemprov Jateng saat ini juga telah menggandeng 7 lembaga untuk membantu pemasaran beras petani. Antara lain, Badan Ketahanan Pangan (KKP) Jateng, Bank Jateng, PT Unggul Niaga Selaras, PT Smart Berdikari, ICCO South East Asia & Pacific, VECO dan Yayasan Jawa Tengah Berdikari," sebut Ganjar. (Labib Zamani)

Begini Tanggapan Kedubes China Terkait Aksi Coast Guard China di Perairan Natuna

Halaman: 
Penulis : Riana